PENAMALUT.COM, TIDORE – Pengibaran bendera merah putih pertama di Kawasan Indonesia Timur dilakukan di Kelurahan Mareku, Kota Tidore Kepulauan, tepat pada tanggal 18 Agustus 1945.
Untuk mengenang momen bersejarah ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Kelurahan Mareku menggelar Festival Juanga III sekaligus peringatan HUT RI ke 80 yang dirangkaikan Parade Juanga. Kegiatan ini diawali dengan ramah tamah yang dipusatkan di Tanjung Mafutabe, Kelurahan Mareku, Kota Tidore Kepulauan, Senin (18/8).
Wakil Wali Kota Ahmad Laiman mengungkapkan bahwa peristiwa berkibarnya bendera merah putih di Tanjung Mafutabe bukanlah hal yang biasa-biasa saja, sehingga itu perlu adanya urun rembuk untuk kita semua pihak baik.
Momentum pengibaran bendera ini, lanjut Ahmad, menggambarkan wujud penghargaan terhadap tokoh-tokoh maupun orang tua yang telah menampilkan semangat patriotisme yang luar biasa dengan mengibarkan bendera merah putih sebagai tanda untuk pengakuan kedaulatan Negara Republik Indonesia.
Orang nomor dua di jajaran Pemkot Tidore Kepulauan ini menyebut Sangaji Jiko Malofo sudah punya peran yang sangat penting terhadap segala bentuk politik dan sosial. Bukan saja Kota Tidore Kepulauan, tetapi kesultanan Tidore.
“Kesultanan Tidore memiliki Gam Range, karena itu upaya patriotisme yang ditunjukan oleh Sangaji Jiko malofo. Dengan semangat patriotisme yang ditunjukan Sangaji Jiko Malofo, sudah saatnya kita duduk dan berpikir bersama untuk memikirkan hal ini ke depan,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Rahmawati Muhammad Sinen bersama Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Sumiyati Ahmad Laiman, pimpinan OPD, Sangaji Laho, Sangaji Laisa serta masyarakat Kelurahan Mareku.












