PENAMALUT.COM, LABUHA – Salah satu visi misi Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan adalah Agro Maritim. Program ini akan jalan di tahun 2026 nanti.
Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Mochsin, menjelaskan bahwa program prioritas agro maritim baru akan berjalan secara kompleks pada tahun 2026. Ini karena APBD 2025 masih merupakan hasil dari kebijakan bupati dan wakil bupati sebelumnya.
“Visi-misi agro maritim akan kita fokuskan di 2026. Saat ini tahapan kepala daerah yang baru adalah merumuskan RPJMD dan Renstra. Setelah itu kita masuk ke RKPD bersamaan dengan pembahasan anggaran, yang kemudian dialokasikan secara serius di tahun 2026,” kata Helmi di sela-sela penyerahan bantuan kepada nelayan dan pelaku usaha, Kamis (11/9).
Menurutnya, program ini akan difokuskan pada daerah-daerah yang memiliki potensi. Program ini diharapkan mampu menurunkan angka pengangguran hingga 30 persen dibanding industri ekstraksi yang padat modal.
“Agromaritim padat karya, karena melibatkan masyarakat langsung. Berbeda dengan industri padat modal yang biasanya dijalankan swasta, baik berupa PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) maupun PMA (Penanaman Modal Asing),” jelasnya.
“Untuk menarik investor, Pemda Halsel harus memprogramkan terlebih dahulu, mengalokasikan anggaran dan menyiapkan regulasi yang memberi kepastian. Dukungan pemerintah dan kesiapan masyarakat menjadi kunci agar investor tertarik,” sambungnya.
Helmi juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah kini intens berkomunikasi dengan peneliti dari IPB untuk merumuskan konsep agro maritim. Pendekatan ilmiah sangat penting agar tercipta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Dengan itu bisa melahirkan konsep yang berkelanjutan.
Ia menegaskan keberlanjutan program harus menyentuh tiga aspek, yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi. Jika itu semua itu dilakukan, maka konsep keberlanjutan bisa terpenuhi.
“Pemerintah daerah berkomitmen membangun ekosistem berbasis agro maritim. Agro meliputi sektor pertanian dan peternakan, sedangkan maritim mencakup perikanan tangkap, budidaya, hingga pariwisata,” tegasnya.
Program ini dikolaborasi dengan akademisi yang nantinya melahirkan konsep, lalu melahirkan program, kemudian dialokasikan anggarannya. Selain itu, pemda juga menyiapkan peluang pasar dan akses permodalan.
“Kami berharap masyarakat Halmahera Selatan memiliki keinginan kuat untuk menggarap potensi sumber daya alam yang dimiliki, namun kami juga tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (rul/ask)















