PENAMALUT.COM, LABUHA – Orang tua salah satu siswa di SMK Negeri 1 Halmahera Selatan mengeluhkan terkait Data Pokok Pendidikan (Dapodik) anaknya yang tercatat di SMK BPD Tomara, Kecamatan Bacan Timur.
Padahal, siswa yang bernama Adrian Salamat itu tidak pernah bersekolah di SMK BPD Tomara. Alhasil, Adrian yang saat ini berstatus sebagai siswa kelas XII itu tidak punya Dapodik di SMK Negeri 1 Halmahera Selatan.
“Selama tiga tahun ini Dapodik Adrian tercatat di SMK BPD Tomara, padahal dia tidak pernah sekolah di sana. Adrian memang dulu sekolah SMP di Desa Tomara, tapi setelah lulus dia sekolah di SMAN 1 Halsel,” kata salah satu keluarga Adrian kepada media ini, Kamis (2/10).
Mereka menduga, Kepala Sekolah SMK BPD Tomara Nurni Amir memanipulasi data dan memasukan nama Adrian ke Dapodik SMK BPD Tomara untuk kepentingan dana BOS di sekolah tersebut.

“Ini bukan hanya Adrian, ada salah satu siswa yang saat ini bersekolah di Sofifi juga Dapodiknya masih tercatat di SMK BPD Tomara. Ini kan aneh,” ujarnya dengan nada kesal.
Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, Damaruddin, saat dikonfirmasi terkait masalah ini menyatakan telah memerintahkan operator untuk mengecek.
Setelah dicek, lanjutnya, memang benar siswa bernama Adrian Salamat itu sekolah di SMKN 1 Halsel, namun Dapodiknya tercatat di SMA BPD Tomara. Pihaknya sudah menghubungi Kepsek SMK BPD Tomara untuk melepas Dapodik siswa tersebut.
“Barusan Kepsek (SMK BPD Tomara) kasih info bahwa sudah aman,” tuturnya.
Sementara Kepsek SMK BPD Tomara, Nurni Amir yang dikonfirmasi media ini tak merespons hingga berita ini ditayangkan. (ska)












