DAERAH  

Workshop Tradisi Sastra Lisan Sebagai Bentuk Pelestarian Kebudayaan

PENAMALUT.COM, TIDORE – Mewakili Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Maluku Utara, Hajar Djafar, membuka dengan resmi kegiatan kegiatan Workshop Tradisi Sastra Lisan bertempat di Gedung Serbaguna, Kelurahan Gurabunga, Jumat (21/11).

Bendahara Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Maluku Utara ini dalam sambutannya menyampaikan bahwa Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Maluku Utara membuka pintu selebar lebarnya kepada seluruh pelaku budaya, penggiat budaya, pemerhati budaya untuk melaksanakan kegiatan menyangkut kebudayaan sebanyak mungkin sebagai tujuan untuk mengembangkan budaya di setiap daerah.

Pelaksanaan kegiatan Workshop Tradisi Sastra Lisan ini dilaksanakan berkat dukungan fasilitasi pemajuan kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XXI Maluku Utara dimulai pada tanggal 21-23.

Penanggung jawab kegiatan, Ridwan Ibrahim menyampaikan, kegiatan ini sebagai bentuk menjaga dan melestarikan budaya dalam hal ini sastra lisan kabata. Kegiatan ini bisa melahirkan generasi muda yang mampu melantunkan kabata, karena saat ini tradisi sastra lisan khususnya kabata hampir punah. Kegiatan ini memiliki peserta sebanyak 15 peserta.

Sementra Haji Abdullah Husain selaku tokoh adat mengapresiasi kegiatan ini berharap generasi muda yang hadir sebagai peserta dapat menyimak dengan baik materi yang disampaikan dan akan dipraktikan lantunan kabata secara baik.

Narasumber pada kegiatan ini, Haji Abdullah Husain selaku tokoh adat, Sehat M. Jen selaku pelantun Kabata, dan Ruaeda Abubakar selaku pemerhati seni. Kegiatan ini juga dihadiri Lurah Gurabunga beserta Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Gurabunga, dan yang mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan.