PENAMALUT.COM, LABUHA – Pekerjaan pembangunan Dermaga Semut di Kabupaten Halmahera Selatan ditargetkan rampung pada 30 April 2026. Hingga awal Februari, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 90 persen.
Hal ini disampaikan kontraktor pelaksana PT Ralise Sapindo Utama, Setya Budi, kepada Pena Malut, Senin (9/2). Ia menjelaskan, proyek yang dikerjakan sejak akhir 2023 dengan nilai kontrak sebesar Rp58 miliar itu kini memasuki tahap akhir penyelesaian.
“Saat ini pekerjaan pengecoran dermaga pelabuhan rakyat dan finishing terminal ruang tunggu penumpang. Ada juga bagian dermaga yang masih persiapan untuk pengecoran ulang. Kami targetkan pada 30 April sudah rampung semua,” ujar Setya Budi.
Meski proyek tersebut telah mengalami empat kali adendum, pihak kontraktor optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam dua bulan ke depan.
Namun demikian, Setya mengakui proses pengerjaan sempat terkendala akibat sengketa lahan antara keluarga Barmawi dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Aksi pemalangan lahan yang dilakukan pihak keluarga membuat material dan peralatan yang telah berada di lokasi belum dapat digunakan.
“Dengan adanya aksi pemalangan lahan oleh keluarga Barmawi, jelas material kami tidak bisa digunakan karena area sudah dipagari,” jelasnya.
Ia berharap persoalan sengketa lahan tersebut segera menemukan titik temu agar pekerjaan dapat kembali berjalan normal dan target penyelesaian pada April 2026 bisa tercapai.
“Informasinya besok pihak Pemda dan keluarga Barmawi akan bertemu untuk membahas soal lahan ini. Kami berharap persoalan ini bisa selesai supaya kegiatan kami bisa rampung sesuai target,” pungkasnya. (rul/ask)
















