PENAMALUT.COM TIDORE – Kebutuhan bahan pokok (bapok) pada minggu keempat Februari di Kota Tidore Kepulauan terpantau masih aman. Meski sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan, beberapa di antaranya justru menunjukkan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH), seperti cabai rawit dan telur ayam ras.
Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Tidore Kepulauan, Hj Selvia M. Nur, menyampaikan bahwa tren harga pada pekan terakhir Februari relatif terkendali.
“Pada minggu ketiga Februari ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun pada minggu keempat ini terjadi penurunan harga, khususnya cabai rawit yang sebelumnya Rp80.000 per kilogram turun menjadi Rp70.000, sedangkan telur ayam ras dari Rp38.000 menjadi Rp35.200,” ujar Selvia di ruang kerjanya, Kamis (26/2).
Selvia memastikan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadhan hingga Idulfitri dalam kondisi aman. Hal ini didukung oleh stok yang masih mencukupi serta rencana kedatangan tol laut dalam waktu dekat.
“Insya Allah bapok di Kota Tidore Kepulauan tetap aman. Pada 5 Maret mendatang kita akan kedatangan tol laut dengan muatan 70 kontainer untuk Tidore, dengan 62 kontainer merupakan subsidi pemerintah daerah yang memuat bahan pokok. Dengan demikian, kebutuhan selama Ramadhan dan Lebaran dipastikan aman,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini komoditas yang mengalami kenaikan harga hanya cabai keriting, yakni menjadi Rp50.000 per kilogram dari sebelumnya Rp45.000 per kilogram.
Sementara harga beras, bawang merah, bawang putih, serta stok bapok lainnya masih relatif stabil dan tersedia.Adapun rincian harga sejumlah komoditas di Kota Tidore Kepulauan saat ini yakni: beras medium Rp15.800 per kilogram, beras premium Rp18.000 per kilogram, bawang merah Rp60.000 per kilogram, bawang putih Rp50.000 per kilogram, dan daging ayam ras Rp45.000 per kilogram.















