PENAMALUT.COM, TIDORE – Panitia Gurabati Open Tournament (GOT) ke-XXVIII terus mendorong peningkatan status turnamen sepak bola bergengsi tersebut menjadi event daerah resmi.
Upaya itu ditandai dengan kunjungan panitia bersama Kepala Kelurahan Gurabati dan Ketua IPPG, Noval Kasman, ke Gedung DPRD Kota Tidore Kepulauan untuk melakukan audiensi dengan pimpinan DPRD, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, serta Ketua ASKOT PSSI Kota Tidore Kepulauan.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, panitia memaparkan bahwa GOT bukan sekadar turnamen sepak bola, melainkan telah berkembang menjadi ajang olahraga rakyat (tarkam) paling bergengsi di Maluku Utara, dengan partisipasi tim-tim terbaik dan dukungan publik yang besar.
Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Drs. H. Ade Kamma, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan tersebut dan berkomitmen mengawal prosesnya hingga terealisasi.
“Ini langkah yang sangat baik. DPRD akan mendukung dan mengawal agar GOT bisa ditetapkan sebagai event daerah resmi,” tegasnya.
Dukungan serupa juga datang dari Ketua ASKOT PSSI Kota Tidore Kepulauan, Ardiansyah Fauji. Ia menilai GOT selama ini telah menjelma menjadi salah satu turnamen tarkam paling bergengsi di Maluku Utara, bahkan memiliki dampak luas di luar sektor olahraga.
“GOT bukan hanya sepak bola, tetapi sudah menjadi event besar yang menggerakkan ekonomi masyarakat. Kami siap mendukung penuh jika diusulkan sebagai event daerah,” ujarnya.
Menurut Ardiansyah, peningkatan status GOT akan membuka peluang pembiayaan yang lebih kuat melalui skema anggaran pemerintah daerah, sehingga kualitas penyelenggaraan ke depan semakin meningkat.
Ia juga menegaskan kesiapan ASKOT PSSI menjadi penghubung antara panitia dan pemerintah daerah agar proses pengusulan berjalan sesuai mekanisme.
Selain itu, GOT dinilai memiliki efek ganda (multiplier effect) yang signifikan, mulai dari sektor UMKM, transportasi, hingga pelaku usaha kecil di sekitar arena pertandingan. Setiap pelaksanaannya mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara langsung.
Dengan dukungan DPRD dan ASKOT PSSI, kini harapan tertuju pada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk segera menetapkan GOT sebagai bagian dari kalender resmi event daerah.
Langkah ini diyakini tidak hanya meningkatkan prestise turnamen, tetapi juga memperkuat posisi GOT sebagai ikon olahraga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Maluku Utara.












