MAJANG  

BWS Maluku Utara Kebut Sabo Dam Kastela dan Sasa, Progres 75-86 Persen

PENAMALUT.COM, TERNATE — Ancaman banjir bandang dan aliran material debris dari lereng Gunung Gamalama harus menjadi perhatian serius di musim penghujan. Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara pun mempercepat pembangunan bangunan pengendali sedimen atau sabo dam di sejumlah titik rawan di Kota Ternate.

Dua lokasi yang kini dikebut berada di Kelurahan Kastela dan Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pengendali aliran material dari kawasan hulu untuk mengurangi risiko bencana yang mengancam permukiman warga.

Pejabat Pembuat Komitmen Sungai dan Pantai (PPK-SP) II BWS Malut, Irwan Muhammad, mengatakan progres pembangunan di Kastela telah mencapai 75 persen. Sementara pekerjaan sabo dam di Kelurahan Sasa sudah berada pada angka 86 persen.

“Pembangunan sabo dam Kastela terus dikebut sebelum memasuki musim penghujan. Seperti kita ketahui, Ternate memiliki karakteristik geografis dengan sejumlah barangka (aliran sungai) yang rawan ancaman banjir bandang berulang,” ujar Irwan, Minggu (4/10).

Di Kelurahan Sasa, pekerjaan kini difokuskan pada penyelesaian bagian sambungan konstruksi. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh struktur terhubung dengan baik sehingga mampu menjalankan fungsi pengendalian dan pengendapan material sedimen dari kawasan hulu.

Percepatan pekerjaan juga dilakukan dengan pengawasan konsultan supervisi, direksi, serta tim pengawas lapangan. BWS memastikan pengerjaan tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Irwan menegaskan, percepatan pembangunan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“BWS Maluku Utara berkomitmen mempercepat penyelesaian infrastruktur sumber daya air ini demi memberikan rasa aman dan perlindungan maksimal bagi masyarakat dari risiko bencana,” tegasnya menutup. (ask)