PENAMALUT.COM, TOBELO – Turnamen Samsuma Cup 2026 telah berakhir setelah pertandingan puncak diselenggarakan pada Jumat lalu. Kegiatan yang dilaksanakan di Marsam Arena tersebut diikuti 16 tim Putra dan Putri. Ajang yang dimaksudkan untuk pencarian anggaran pembuatan pagar masjid ini berlangsung hampir 20 hari dan meraup keuntungan melebihi ekspektasi panitia pelaksana.
“Alhamdulillah kegiatan pencarian dana dalam bentuk pertandingan bola voli telah berakhir, sekalipun hanya skala lokal saja tapi kami dari panitia berhasil mengumpulkan dana Rp30.131.000 (tiga puluh juta seratus tiga puluh satu ribu),” ungkap Fahrudin, selaku ketua panitia saat melaporkan hasil pendapatan kepada masyarakat di Marsam Arena, Minggu (7/6).
“Hasil dari kegiatan ini akan dibagi, sebagian akan diberikan ke masjid untuk pembuatan pagar, dan sisanya dijadikan modal untuk malaksanakan kegiatan Samsuma Open Turnamen (S.O.T) 2026” tambahnya.
Pria yang akrab disapa Un itu mengungkapkan bahwa panitia akan memberikan Rp10 juta kepada panitia pembangunan masjid, dan anggaran tersebut akan diberikan dalam bentuk bahan kebutuhan pagar.
Selain itu, ia juga meminta dukungan kepada seluruh masyarakat agar sama-sama menyukseskan kegiatan open turnamen yang akan digelar pada Juli mendatang.
“Seperti yang sudah direncanakan sejak awal, kegiatan ini sebagai batu loncatan untuk membuka open turnamen. Untuk itu, saya meminta dukungan penuh dari masyarakat agar sama-sama menyukseskan kegiatan turnamen nanti, sebab ini untuk kepentingan kita semua dalam hal ini rumah ibadah” imbuhnya.
Di sisi lain, Hendra selaku ketua panitia pembangunan masjid pada kesempatan itu mengaku bangga dan memuji pengelolaan kegiatan yang transparan dari panitia turnamen.
“Ini merupakan capaian yang luar biasa dari anak-anak muda dan patut diberikan apresiasi. Saya secara pribadi bangga dengan pengelolaan kegiatan yang transparan dari ade-ade mulai dari awal pertandingan setiap malam selalu memberitahukan hasil pendapatan. Dan malam ini setelah selesai turnamen laporan pertanggungjawaban dilaporkan kepada masyarakat,” kata Hendra.
Untuk itu, kata Dia, turnamen berikut (S.O.T) pemerintah desa harus tegas kepada masyarakat agar turut berpartisipasi dalam mendukung kerja-kerja panitia kegiatan.
“Karena ini untuk kepentingan kita semua. Kita harusnya bersyukur dan beruntung karena masih ada pemuda dalam desa yang masih memiliki kepedulian seperti ini,” pungkasnya.
















