Dorong Percepatan Pengembangan Ibukota Baru Sofifi, Pemprov Malut Usul Anggaran 1,6 Triliun

0
Kepala Dinas PUPR Malut, Santrani Abusama. (Ask/Penamalut)

PENA – Untuk mendorong percepatan pengembangan kawasan khusus Ibu Kota Baru Sofifi, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malut mengusulkan anggaran 1,6 Triliun ke Badan Pengembangan
Infrastuktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR.

Kepala Dinas PUPR Malut, Santrani Abusama menjelaskan, Kementerian PUPR melalui BPIW mendorong percepatan pengembangan Kota Baru Publik Sofifi di Provinsi Maluku Utara. Ini sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPMJN) 2015-2019.

Sofifi merupakan satu dari 10 kota baru yang dicanangkan untuk berkembang. Dinas PUPR Malut yang merupakan salah satu ujung tombak dalam upaya mewujudkan program pemerintah pusat serta upaya mendorong percepatan kota baru Sofifi, maka Dinas PUPR mengusulkan sejumlah program kegiatan untuk mendorong percepatan pembangunan Ibu Kota Baru Sofifi ini.

Program kegiatan yang diusulkan itu meliputi pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur yang melekat pada Bidang Cipta Karya, Sumber Daya Air, dan Bidang Bina Marga.

Di Bidang Cipta Karya, terdapat program pengelolaan dan pengembangan sistem penyedia air minum (SPAM). Pengelolaan dan pengembangan SPAM lintas kabupaten/kota. Program pengembangan sistem dan pengelolaan persampahan regional yang meliputi penyediaan sarana dan prasarana persampahan.

Bidang Sumber Daya Air, terdiri atas program penataan kawasan sungai dan pembangunan kanal banjir.

Sementara untuk Bidang Bina Marga terdapat program penyelenggaraan jalan yang meliputi ppembangunan jalan bebas hambatan ruas Sofifi-Bandara Kuabang Kao. Selain itu, juga ada program rekonstruksi jalan yang meliouti peningkatan ruas jalan dalam Kota Sofifi, peningkatan ruas jalan Kao-Toliwang, serta peningkatan ruas jalan Togorebatua-Tolabit.

“Total anggaran yang kita usul itu sebesar Rp 1.620.600.000.000. Ini terdiri dari Bidang Bina Marga sebesar Rp 859.600.000.000, Bidang Cipta Karya Rp 651.000.000.000, dan Bidang Sumber Daya Air Rp. 110.000.000.000. Sudah kita usulkan ke BPIW Kementerian PUPR,” jelas Santrani kepada wartawan, Kamis (1/4) tadi.

Dirinya berharap usulan program kegiatan pengembangan Kota Baru Sofifi segera direalisasikan, sehingga peningkatan infrastruktur penunjang pelaksanaan Ibu Kota Baru sofifi dan daerah-daerah penyangga lainnya yang berada di pulau Halmahera diharapkan akan memberi pengaruh positif di berbagai bidang pembangunan di Provinsi Maluku Utara, baik pada bidang ekonomi,
pendidikan, kesehatan maupun sosial.

“Jadi proposal usulan kegiatan pengembangan kawasan khusus Ibu Kota Baru Sofifi ini sudah disampaikan ke Kementerian PUPR melalui BPIW,” terang mantan Kadis Perkim Malut ini menutup.

Sekadar diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah membentuk tim percepatan pembangunan Ibu Kota Baru Sofifi. Bahkan saat ini tim yang diketuai Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Pembentukan Jaringan itu sudah tiba di Malut dan langsung melakukan survei lapangan di Ibu Kota Sofifi.

Begitu juga tim dari Kementerian PUPR yang dipimpin langsung Kepala Pusat BPIW III telah meninjau langsung kawasan Ibu Kota Baru Sofifi dan telah menggelar rapat dengan Pemprov Malut. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here