Polres Sula Hentikan Penyelidikan 26 Paket Proyek Berbau Korupsi

  • Bagikan
Polres Kepulauan Sula. (Isrudin/NMG)

PENAMALUT.COM, SANANA – Polres Kabupaten Kepulauan Sula menghentikan proses penyelidikan terhadap 26 paket proyek yang diduga terjadi tindak pidana korupsi.

26 kasus dugaan korupsi ini dihentikan lantaran tidak memenuhi unsur pidana.

Kaur Bin Opsnal (KBO) Reskrim Polres Kepulauan Sula, Aipda Lajaya Muhiddin menjelaskan, dari hasil penyelidikan penyidik Tipikor terhadap 26 paket proyek itu, hanya 9 paket proyek yang ditemukan adanya kerugian Negara berdasarkan audit temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) erwakilan Provinsi Maluku Utara. Sementara 17 proyek lainnya tidak ditemukan adanya kerugian Negara.

9 paket proyek yang ditemukan adanya kerugian Negara oleh BPK itu adalah pembangunan Jalan Waitinagoy-Wailoba, Pekerjaan Jalan Dalam Kota Sanana, Pembangunan Saluran Primer Desa Kaporo, Jembatan Auponhia, Belanja Pemeliharaan Trotoran, Pembangunan Rumah Ganti Warga Desa Wai Ipa, Peningkatan Jalan Auponhi ke Buya (Sirtu), dan Pekerjaan peningkatan Jalan Waibau ke RSUD Sanana serta Pembangunan fasilitas pendukung swering Desa Mangon.

Menurut Lajaya, meski 9 paket proyek ini ditemukam adanya kerugian keuangan Negara, namun sudah dikembalikan kerugian Negara oleh pihak terkait tahun 2019 lalu dan sudah lunas.

“Olehnya itu demi hukum, maka kami harus memberhentikan proses penyeledikan, karena sudah dikembalikan kerugian Negaranya,” jelas Lajaya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/10) tadi.

Dihentikannya proses penyelidikan ini, kata Lajaya, sesuai Undang-Undang Nomor 15 tahun 2014 tentang pengeolaan dan tanggung jawab keuangan Negara. Apabila waktu yang ditentukan selama 60 hari tidak dikembalikan, maka wajib hukumnya BPK merekomendasikan kepada pihak penegak hukum baik itu kepolisian maupun kejaksaan untuk mengusutnya.

“Tapi ini sudah dikembalikan, maka proses penyelidikan dihentikan,” terangnya.

Sekadar diketehui, 26 paket proyek dugaan korupsi yang dihentikan proses penyelidikannya ini yakni Pembangunan Jalan Waitinagoy-Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah pada tahun 2018 senilai Rp 11.560.236.590, yang dikerjakan PT Amarta Maha Karya.

Pembangunan Jalan Pancoran-Kum di Kecamatan Mangoli Timur senilai Rp 895.897.224 yang dikerjakan CV Permata Bersama. Peningkatan Jalan Akses Desa Bajo (HRS-Base) senilai Rp 1.055.266.325,20 yang dikerjakan CV Permata Bersama.

Peningkatan Jalan Dalam Kota Sanana (HRS-Base) senilai Rp 2.071.298.499, dikerjakan CV. Permata Bersama. Pemeliharaan Jalan Dalam Kota Sanana senilai Rp 1.491.668.424 dikerjakan CV Permata Bersama. Pembangunan Saluran Primer Desa Kaporo (Lanjutan) dengan nilai Rp 2.777.235.973,49 yang dikerjakan CV Permata Bersama.

Pembangunan Kawasan Taman Benteng Sanana di Kecamatan Sanana dengan Rp 490.599.345,28, yang dikerjakan CV Permata Membangun. Pembangunan Jembatan di Desa Auponhia senilai Rp 835.140.774, yang dikerjakan CV Permata Membangun.

Pembangunan Fasilitas Pendukung Kawasan Swering Desa Mangon senilai Rp 1.453.073.068,07, yang dikerjakan CV Permata Membangun. Pembuatan Saluran Primer Kawasan Pasar Basanohi di Desa Fogi senilai Rp 1.466.606.514,49 dikerjakan CV Permata Hijau. Pembuatan Saluran di Desa Wainib dengan nilai Rp 1.187.096.414,61, dikerjakan CV Permata Hijau.

Peningkatan Jalan Fogi-Bandara (Sirtu ke HRS Base) senilai Rp 3.270.669.018,34 yang dikerjakan CV Permata Hijau. Belanja Pemeliharaan Trotoar di Kecamatan Sanana dengan nilai Rp 1.430.318.657,58, dikerjakan CV Permata Hijau. Peningkatan Jalan Wailia-Waigay (Sirtu) di Kecamatan Sula Timur-Sula Selatan senilai Rp 1.091.508.984,89 yang dikerjakan CV Bumi Karya.

Pembangunan Tempat Reklame Pusat Kota senilai Rp 397.553.813 dikerjakan CV Bumi Karya. Pembangunan Air Bersih dan Jaringan Perpipaan di Desa Kawata senilai Rp 658.855.800,74, dikerjakan CV Alam Sutra. Pembangunan Air Bersih dan Jaringan Perpipaan Lingkungan Kantor Bupati senilai Rp 2.449.662.843,98, dikerjakan CV Alam Sutra.

Pengembangan Jaringan Perpiaan SPAM di Desa Bajo senilai Rp 716.393.221,25 dikerjakan CV Jaya Lestari. Pengembangan Jaringan Perpiaan SPAM di Desa Kabau Pantai senilai Rp 477.840.332, 68 dikerjakan CV Jaya Lestari. Pembangunan Rumah Ganti Rugi di Desa Wai Ipa senilai Rp 1.986.934.490,39, dikerjakan CV Sarana Mandiri. Peningkatan Jalan Aupohia-Buya (Sirtu) senilai Rp 1.093.378.964,89, dikerjakan CV Bintang Timur.

Peningkatan Jalan Waibau-RSUD Sanana senilai Rp 2.190.454.789,37 yang dikerjakan CV Bumi Permata. Pembangunan Rumah Genset di Kecamatan Sanana senilai Rp 311.974.122,33, dikerjakan CV Anugrah Jaya. Pembangunan Rumah Wisata di Desa Bajo senilai Rp 493.226.911,04, dikerjakan CV. Kharisma Karya. Pembangunan Masjid Desa Pohea (Lanjutan) senilai Rp 294.093.402,20, dikerjakan CV Dwiyan Pratama. Pembangunan Masjid di Desa Fukweu (Tahap III) senilai Rp 276.931.153,71 yang dikerjakan CV Dwiyan Pratama.

Sekadar diketahui, 26 paket proyek ini dianggarkan melalui APBD Sula pada tahun 2018 dan 2019. Saat itu, Bupati Kepulauan Sula masih dijabat Hendrata Thes. (ish/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!