PENAMALUT.COM, TIDORE – DPRD Kota Tidore Kepulauan melalui Komisi III menggandeng Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan bertandang ke Kementerian Kesehatan RI, Selasa (21/1).
Kedatangan para wakil rakyat dan Dinkes Kota Tidore ke Kemenkes untuk membahas soal tenaga kesehatan dan ambulance laut.
Ketua Komisi III, Ardiansyah Fauji, mengatakan pihaknya membicarakan soal beberapa hal penting, terutama mengenai dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis di puskesmas-puskesmas khususnya yang ada di daratan Oba.
“Fokus pembicaraan ke tenaga dokter internship program Kemenkes dan penambahan wahana, serta program fisik DAK soal ambulance laut yang akan ditindaklanjuti ke Yankes Primer dalam waktu dekat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2021-2023, penempatan dokter internship di Kota Tidore Kepulauan sebanyak 12 orang. Sedangkan tahun 2024 hanya 11 orang, yang seluruhnya hanya bisa di tempatkan di 3 wikayah yang berpusat di pulau Tidore, yakni Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas Soasio dan Puskesmas Tomalou.
“Sudah 2 tahun terakhir Dinkes mengusulkan penambahan wahana khususnya di 5 puskesmas yang ada di Daratan Oba, namun hingga hari ini belum disetujui, sehingga kedatangan kami untuk mengkonfirmasi hal tersebut,” katanya.
Program dokter internship menurutnya, tentu sangat membantu masyarakat di Kota Tidore. Namun yang tersedia hanya di tiga wahana, sehingga 12 dokter internship yang ditempatkan di Tidore begitu menumpuk.
“Kami berharap agar ada penambahan wahana di tahun depan agar dokter-dokter internship ini juga bisa di tempatkan pada dua atau tiga puskesmas yang berada di daratan Oba,” harapnya. (ask)












