PENAMALUT.COM, TIDORE — Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menghadiri pengukuhan Majelis Ta’lim Jamiul Fawaid Mareku Soasio yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah, di Aula SMA Negeri 1 Tidore, Sabtu (17/1).
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Menyelami Kebesaran Allah SWT melalui Peristiwa Isra Miraj” tersebut, Ahmad Laiman hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen serta Ketua I TP PKK Ny. Sumiyati Ahmad Laiman.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan Ketua dan Pengurus Majelis Ta’lim Jamiul Fawaid. Ia menekankan pentingnya peran strategis perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
“Perempuan adalah madrasah pertama bagi keluarga. Dari rahim perempuan lahir generasi yang tumbuh, berkembang, dan berpengetahuan. Bahkan dalam kajian biologi disebutkan bahwa gen kecerdasan diwarisi dari ibu. Karena itu, perempuan patut berbangga dengan perannya,” ujar Ahmad Laiman.
Ia juga menyoroti perkembangan gerakan perempuan modern yang tidak sekadar memperjuangkan persamaan hak, tetapi lebih menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia.
“Politik perempuan hari ini adalah politik yang peka terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Jika gerakan perempuan berjalan baik, maka sebuah komunitas atau daerah akan beres dalam memenuhi kewajiban dasarnya,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan organisasi perempuan seperti PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) menjadi indikator kuat bagi kemajuan daerah. “Jika PKK dan DWP beres, maka Kota Tidore Kepulauan juga akan beres. Karena itu, politik perempuan modern tidak boleh dipandang sebelah mata,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan yang juga sesepuh Majelis Ta’lim Mareku Soasio, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, menyampaikan apresiasi dan harapan kepada pengurus yang baru dikukuhkan.
“Selamat atas pengukuhan Ketua dan Pengurus Majelis Ta’lim Jamiul Fawaid Mareku Soasio. Semoga tetap eksis dan istiqamah. Majelis Ta’lim adalah wadah untuk menuntut ilmu dan menebar manfaat, sebagaimana makna Jamiul Fawaid itu sendiri,” ungkapnya.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi penguat peran Majelis Ta’lim sebagai pusat pembinaan keagamaan dan pemberdayaan perempuan di lingkungan Mareku Soasio.
















