DAERAH  

Polresta Tidore Intensifkan Operasi Keselamatan Kieraha 2026, Pelanggaran Roda Dua Masih Dominan

PENAMALUT.COM, TIDORE – Memasuki hari kedua Operasi Keselamatan Kieraha 2026, Polresta Tidore Kepulauan memperkuat sosialisasi dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, khususnya pengendara roda dua yang belum mematuhi aturan, Selasa (3/2).

Operasi Keselamatan Kieraha 2026 digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Satgas Preemtif Polresta Tidore membagikan leaflet dan memberikan imbauan langsung kepada pengguna jalan, pelajar, serta komunitas sopir angkutan umum di areal Pasar Gosalaha, Kelurahan Indonesiana. Kegiatan dipimpin Kasatgas Preemtif, IPDA I. P. Oka Suarta, S.H., dengan tujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas.

Kapolresta Tidore, Kombes Pol Ampi Mesias Von Bulow, menegaskan bahwa kegiatan preemtif ini diharapkan menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Satgas Preventif bersama Dinas Perhubungan melakukan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum di terminal, dipimpin Kasatgas Preventif IPDA Dudy. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik kendaraan, sistem pengereman, lampu, ban, kelengkapan keselamatan, serta administrasi kendaraan, untuk memastikan kendaraan layak jalan, aman, dan nyaman bagi penumpang.

Data Satlantas Polresta Tidore menunjukkan bahwa pelanggaran hingga hari kedua masih didominasi pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm serta kelengkapan kendaraan. Pelanggaran berat seperti mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba belum ditemukan. Dari 13 kasus pelanggaran, seluruhnya diberikan teguran lisan maupun tertulis, tanpa penyitaan barang bukti maupun penindakan ETLE.

Kasat Lantas, Iptu Supardi, menambahkan masih ditemukan empat pengendara tanpa SIM serta pengendara di bawah umur. Ia mengimbau orang tua agar tidak membiarkan anak-anak mengendarai kendaraan bermotor sebelum cukup umur dan memiliki SIM.

“Helm bukan sekadar kewajiban, tetapi pelindung utama keselamatan pengendara,” tegas Supardi.

Operasi Keselamatan Kieraha 2026 ini menjadi langkah antisipatif menjelang Operasi Ketupat 2026, mengingat data tahun 2025 menunjukkan peningkatan angka kecelakaan di Maluku Utara, terutama korban pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm.