DAERAH  

Wawali Tidore Hadiri Nuzulul Qur’an Kesultanan, Tekankan Makna Silaturahmi di Bulan Ramadan

PENAMALUT.COM, TIDORE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang digelar Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Sigi Kolano Kesultanan Tidore di halaman Masjid Sultan Tidore, Jumat (6/3) sore.

Kegiatan yang mengusung tema tausiyah “Garo Malaha Na Fael Madoto Al-Qur’an” tersebut turut dihadiri Husain Alting Syah selaku Sultan Tidore, anggota DPD RI Hasby Yusuf, Ketua TP PKK Kota Tidore Rahmawati Muhammad Sinen, Ketua I TP PKK Sumiyati Ahmad Laiman, Jojau dan Bobato Adat Kesultanan Tidore, pimpinan OPD, serta Ustaz Hidayatussalam Sehan yang membawakan hikmah Nuzulul Qur’an.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman menyampaikan apresiasi kepada Kesultanan Tidore dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, meskipun digelar secara sederhana, peringatan Nuzulul Qur’an ini memiliki makna besar dalam mempererat silaturahmi masyarakat di bulan suci Ramadhan.

“Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memberikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah melaksanakan acara Nuzulul Qur’an ini, terutama pihak Kesultanan Tidore. Walaupun dalam suasana sederhana, namun penuh keakraban,” ujar Ahmad Laiman.

Ia menambahkan, bulan suci Ramadhan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan seperti saling berbagi, menolong dan menjaga hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan Kesultanan Tidore sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya daerah.

Di kesempatan yang sama, Sultan Tidore Husain Alting Syah mengatakan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting untuk kembali mengingat turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami, diamalkan, dan dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat Tidore yang dikenal kuat dengan nilai adat dan agama memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga warisan spiritual tersebut. Nilai-nilai Al-Qur’an, kata dia, harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan penuh kebersamaan.

Menurutnya, kegiatan seperti peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Saya berharap momentum Nuzulul Qur’an ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin mencintai Al-Qur’an, memperbanyak membaca, memahami maknanya serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.