PENAMALUT.COM, TIDORE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menegaskan pentingnya etika manusia dalam menjaga dan merawat alam. Menurutnya, bumi harus diperlakukan layaknya seorang ibu yang telah melahirkan dan menopang kehidupan manusia. Ketika manusia abai dan rakus mengeksploitasi alam, maka kehancuran hanya tinggal menunggu waktu.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Laiman saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Pelajar Peduli Lingkungan bertajuk “Untuk Bumi Dari Sekolah Berdampak pada Dunia” yang digagas oleh OSIS SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, berkolaborasi dengan Duta Generasi Hijau Provinsi Maluku Utara, di Aula SMA Negeri 1 Tidore, Rabu (28/1/2026).
“Merawat bumi sama halnya dengan merawat ibu sendiri. Ketika manusia tidak lagi memiliki etika dan kepedulian terhadap alam, maka kehancuran itu tinggal menunggu waktu. Apalagi saat ini dunia dihadapkan dengan tantangan global yang luar biasa, di mana keserakahan manusia dalam mengeksploitasi alam semakin meningkat,” tegasnya.
Mewakili Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, khususnya Duta Generasi Hijau Provinsi Maluku Utara, Arga Maulana Syafa, beserta seluruh panitia dan peserta kegiatan.
“Saya ingin menyampaikan bahwa kalian semua hari ini sangat luar biasa. Anak-anakku sekalian sangat keren, ini adalah langkah besar untuk masa depan bumi dan daerah kita,” ungkapnya.
Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan itu juga menekankan bahwa masa depan bumi, bangsa, dan daerah berada di tangan generasi muda. Sebagai pimpinan daerah, ia mengaku optimistis dan merasa lega melihat tumbuhnya kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.
“Hal-hal sederhana bisa dimulai dari diri kita sendiri, seperti memilah sampah, mendaur ulang, mengurangi penggunaan plastik yang sangat berbahaya bagi keseimbangan alam. Saya bangga karena ini dimulai dari sekolah. Dari sekolah untuk bumi, dan berdampak pada dunia,” imbuhnya.
Menurutnya, ketika kegiatan peduli lingkungan dimulai dari lingkungan sekolah, maka itu menandakan para pelajar telah memiliki mindset bahwa alam adalah sesuatu yang penting untuk dijaga. Jika pelajar bergerak, maka kesadaran tersebut akan menular ke masyarakat luas.
“Insya Allah, jika generasi muda bergerak, maka daerah dan bumi yang asri akan tetap terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Duta Generasi Hijau Provinsi Maluku Utara, Arga Maulana Syafa, yang juga menjabat sebagai Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, dalam laporannya menyampaikan bahwa berbagai persoalan lingkungan saat ini, seperti banjir dan tanah longsor, tidak terlepas dari peran manusia.
“Masalah lingkungan yang terjadi di Indonesia, bahkan di dunia, disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor alam yang tidak bisa dihindari dan faktor ulah manusia. Namun, peran manusia memiliki dampak yang sangat besar,” ujarnya.
Melalui kegiatan Pelajar Peduli Lingkungan ini, Arga berharap dapat menjadi langkah awal kontribusi nyata generasi muda dalam menjaga lingkungan. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama empat hari, dengan materi yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup, guna mengembangkan potensi dan kesadaran lingkungan para peserta.
Peserta kegiatan terdiri dari siswa kelas X, kelas XI, serta pengurus OSIS SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan.
Arga berharap para peserta dapat menyerap ilmu sebanyak mungkin dan setelah kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar, daerah Kota Tidore Kepulauan, Indonesia, hingga bumi secara keseluruhan.
“Harapannya, setelah kegiatan ini, para peserta bisa menjadi agen perubahan bagi lingkungan, bagi daerah tercinta, bagi Indonesia, dan tentunya bagi bumi,” pungkasnya.
















