DAERAH  

Pesantren Tahfidz Gemia Lahir dari Spirit Pahlawan Nasional Patani

PENAMALUT.COM, WEDA – Yayasan Pendidikan Haji Salahuddin Bin Talabuddin menggelar sosialisasi pembukaan pendaftaran Sekolah Pesantren Tahfidz Al-Qur’an di Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Mutatakhirin, Minggu (26/5), dan dihadiri berbagai unsur masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Haji Salahuddin Bin Talabuddin, Drs. H. Edi Langkara, beserta jajaran pengurus, Kepala Desa Gemia Alfian Faroek, Imam Masjid Al Mutatakhirin Hidayah Langkara, Pimpinan Pesantren Sofyan A. Gafur, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda setempat.

Ketua Yayasan, Edi Langkara, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan dimulainya pendaftaran santri sekaligus rencana proses pembelajaran di pesantren tersebut.

“Ini merupakan langkah nyata dalam membina kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, sekaligus mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an di wilayah Patani dan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam jangka panjang yayasan memiliki visi besar untuk mengembangkan pesantren hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Namun pada tahap awal, fokus utama masih pada pembinaan bacaan dan hafalan Al-Qur’an.

Lebih lanjut, Edi Langkara mengungkapkan bahwa pendirian pesantren ini juga terinspirasi dari sosok Pahlawan Nasional asal Patani, Haji Salahuddin Bin Talabuddin, yang dikenal memiliki semangat perjuangan dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Semangat tersebut diharapkan dapat diwariskan kepada generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.

Terkait tenaga pengajar, pihak yayasan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pimpinan pesantren di Ternate yang siap berkontribusi sebagai pengajar. Selain itu, proses pembelajaran juga akan didukung oleh para penghafal Al-Qur’an yang ada di Desa Gemia.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Sofyan A. Gafur menjelaskan bahwa sosialisasi ini juga bertujuan untuk mendata calon peserta didik serta membentuk tim kerja yang akan menangani administrasi pesantren.

“Untuk sementara, kegiatan belajar akan menggunakan lantai II Masjid Al Mutatakhirin sebagai ruang kelas,” jelasnya.

Rapat yang dipimpin Irfan Hadi, SH, MH tersebut berlangsung dinamis dan mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme terlihat dari dukungan berbagai tokoh yang hadir.

Kepala Desa Gemia, Alfian Faroek, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh kehadiran pesantren tersebut, termasuk menyediakan fasilitas sementara bagi tim kerja di kantor desa.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan desa-desa sekitar seperti Maliforo, Bilifitu, Woyobibil, dan Santosa untuk bersama-sama melakukan sosialisasi,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat dan tokoh agama, di antaranya Haji Sahil A. Majid, Haji Saleh H. Umar, Haji Muhammad H. Husain, Haji Alim H. Salahuddin, serta perwakilan generasi muda seperti Fahmi Wahab, Salim A. Gafur, dan Wahyudin A. Majid.

Mereka berharap pesantren tahfidz ini segera beroperasi dan menjadi pusat pendidikan Al-Qur’an yang mampu mencetak generasi Qur’ani di wilayah Patani Utara, sekaligus melanjutkan semangat perjuangan tokoh-tokoh besar dari daerah tersebut. (ask)