PENAMALUT.COM, TIDORE – Perdana berkantor usai libur Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, memimpin apel gabungan ASN, PPPK dan Non ASN di lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Selasa (2/6/2026) pagi.
Apel yang dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Tidore itu dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Pemerintah Kota Tidore Kepulauan serta Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Ahmad Laiman menegaskan bahwa usia Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang telah memasuki 23 tahun harus dibarengi dengan kedewasaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami tekanan cukup berat akibat situasi nasional yang berdampak langsung terhadap transfer anggaran ke daerah.
“Walaupun kita tidak sepenuhnya bergantung kepada transfer daerah berdasarkan subsidi pusat, tetapi untuk kategori Kota Tidore Kepulauan yang pendapatan asli daerah masih sangat rendah, tentunya mengalami dampak yang sangat luar biasa,” kata Ahmad Laiman.
Ia mengungkapkan, dana transfer berupa Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), hingga pendapatan asli daerah (PAD) saat ini belum mampu menutupi kebutuhan pembiayaan kegiatan pemerintah selain pembayaran gaji dan tunjangan ASN.
Bahkan, kata dia, sejumlah kegiatan yang masih berjalan saat ini hanya memanfaatkan sisa atau kelebihan anggaran dari pos tunjangan dan gaji pegawai.
“Kegiatan-kegiatan lain yang sempat dilakukan saat ini hanyalah karena ada kelebihan dari tunjangan atau gaji. Yang lebih itulah yang dipakai,” ujarnya.
Karena itu, Ahmad Laiman meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih kreatif, inovatif serta bijak dalam menggunakan anggaran, termasuk menekan belanja perjalanan dinas maupun operasional kantor.
Ia juga mengingatkan agar setiap OPD segera melakukan langkah penyesuaian apabila ada rencana pergeseran anggaran dalam waktu dekat.
“Dana transfer ke daerah saat ini tidak mencukupi untuk pembiayaan kebutuhan Pemerintah Daerah. Ditakutkan anggaran akan terpakai habis sehingga di akhir tahun sudah tidak bisa membayar tunjangan dan gaji pegawai,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, Ahmad Laiman mengaku pemerintah daerah belum mampu menjalankan seluruh program secara maksimal. Meski begitu, ia mengajak seluruh ASN tetap menjaga semangat pelayanan publik.
“Saat ini cukup saja sudah sulit, apalagi cari untung. Ini menjadi keprihatinan kita semua, tahun-tahun yang cukup sulit,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh OPD mampu memperkuat perencanaan, meningkatkan kinerja pemerintahan serta menghadirkan data yang baik agar pemerintah pusat dapat memberikan dukungan anggaran yang lebih besar kepada daerah.
“Mari kita menantang Pemerintah Pusat melalui data yang diusulkan, kinerja serta perencanaan yang baik,” pungkasnya.
















