DAERAH  

Belajar dari Puskesmas Matraman, Bupati Bassam Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Halsel

PENAMALUT.COM, JAKARTA — Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, memanfaatkan rangkaian kegiatan TPPD Angkatan IV untuk mempelajari berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang diterapkan di daerah lain.

Salah satu lokasi yang dikunjungi Bassam bersama para kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia adalah Puskesmas Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Rabu (9/9).

Puskesmas Matraman menjadi lokasi pembelajaran karena dinilai memiliki praktik inovatif dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan primer, mulai dari tata kelola organisasi, pelayanan berbasis siklus hidup, penguatan Posyandu hingga digitalisasi layanan.

Dalam kunjungan tersebut, Bassam melihat langsung penerapan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) yang memberikan pelayanan berdasarkan seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, usia dewasa hingga lanjut usia.

Sistem pelayanan itu diperkuat melalui keberadaan Puskesmas Pembantu, Posyandu serta kunjungan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya soal pelayanan medis, kunjungan tersebut juga memberikan pembelajaran mengenai tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Puskesmas Matraman menerapkan tata kelola yang mencakup pelayanan, sumber daya manusia, perencanaan, keuangan, aset, pengadaan, kinerja, risiko hingga pengawasan, dengan orientasi utama pada peningkatan mutu pelayanan masyarakat.

Beragam inovasi yang dikembangkan Puskesmas Matraman turut menjadi perhatian Bassam. Di antaranya LOTUS Care untuk pelayanan TBC, Taman ASRI sebagai area pemulihan respirasi, Flamboyan untuk aktivitas kebugaran masyarakat, SERUNI sebagai layanan remaja dan psikologi, serta ASOKA untuk pelayanan terpadu bagi lansia.

Puskesmas tersebut juga mengembangkan inovasi berbasis digital melalui Rekam Medis Elektronik (RME) dan aplikasi antrean online.

Sementara inovasi pelayanan masyarakat lainnya meliputi GANGSTAR, JUMANJI, SIBENING, SUPERMAN, PENGANTIN dan Kartu Cinta.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus adalah PINTERES atau Pusat Informasi Terpadu dan Responsif. Inovasi tersebut meraih penghargaan Outstanding Public Service Innovation Kelompok Replikasi dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) SINOVIK 2025 yang diselenggarakan Kementerian PANRB.

Bagi Bassam, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda melihat praktik pelayanan daerah lain, tetapi menjadi ruang untuk mencari model yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Halmahera Selatan.

“Kita tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga belajar. Banyak hal yang bisa kita adaptasi, terutama bagaimana membangun pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi, inovatif dan semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Ia menilai penguatan pelayanan kesehatan primer perlu diarahkan tidak hanya pada aspek pengobatan, tetapi juga pencegahan, deteksi dini dan pemberdayaan masyarakat.

Pembelajaran dari Puskesmas Matraman diharapkan dapat menjadi referensi bagi Halmahera Selatan dalam memperkuat transformasi pelayanan kesehatan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi, penguatan Posyandu dan peningkatan kualitas tata kelola fasilitas kesehatan.

Dengan demikian, pelayanan kesehatan di Halsel diharapkan semakin responsif dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih dekat, terutama mereka yang membutuhkan pelayanan di tingkat desa dan komunitas. (rul/ask)