PENAMALUT.COM, TERNATE – Nasri Abubakar resmi ditetapkan sebagai bakal calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-V tahun 2026 yang berlangsung di Sahid Bela Hotel, Ternate, Senin (2/11).
Penetapan tersebut menjadi bagian dari proses pemilihan Ketua DPD Demokrat Maluku Utara. Selanjutnya, penentuan ketua definitif menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat melalui mekanisme organisasi di tingkat pusat.
Nasri yang menjadi calon tunggal itu saat ditemui mengatakan, apabila mendapat amanah memimpin Demokrat Maluku Utara, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh tingkatan, mulai dari struktur paling bawah hingga jajaran legislatif.
Menurut Wakil Wali Kota Ternate itu, penguatan struktur partai menjadi modal penting untuk menghadapi kontestasi politik pada Pemilu 2029 dan agenda politik selanjutnya.
“Kita akan melakukan konsolidasi di semua tingkatan untuk memperkuat struktur partai. Targetnya, Demokrat bisa memenuhi kursi di seluruh kabupaten/kota, bahkan menambah perolehan kursi di DPRD Provinsi Maluku Utara,” ujarnya.
Selain memperkuat kekuatan politik di daerah, Nasri juga menargetkan Partai Demokrat kembali memiliki keterwakilan di DPR RI melalui daerah pemilihan Maluku Utara.
Ia mengingatkan, Demokrat pernah memiliki kursi DPR RI pada Pemilu 2009. Namun, sejak Pemilu 2014 hingga saat ini, partai tersebut belum berhasil mengembalikan keterwakilannya di Senayan.
Karena itu, merebut kembali kursi DPR RI menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus diperjuangkan oleh kepengurusan mendatang.
Nasri menegaskan, orientasi politik Demokrat ke depan tidak hanya berfokus pada perebutan kursi legislatif, tetapi juga membuka peluang untuk mengambil bagian dalam kontestasi eksekutif.
Terkait peluang menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang, ia menyebut seluruh kemungkinan tetap terbuka. Demokrat, kata dia, tentu akan mempersiapkan diri untuk mengusung calon kepala daerah.
Sementara itu, Ketua DPD Demokrat Maluku Utara demisioner, Rahmi Husen, mengatakan Musda ke-V bukan sekadar agenda regenerasi kepemimpinan, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi internal untuk merumuskan arah dan strategi partai ke depan.
Rahmi mengungkapkan, selama kurang lebih empat tahun memimpin Demokrat Maluku Utara, kepengurusannya telah menuntaskan 100 persen konsolidasi internal, termasuk pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) di 10 kabupaten/kota.
Selain konsolidasi organisasi, pihaknya juga rutin melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, seperti bakti sosial, lomba domino, Fun Run, serta sejumlah kegiatan lainnya.
Di bidang politik, Rahmi menyebut Demokrat Maluku Utara juga berhasil memenangkan kontestasi Pemilihan Gubernur Maluku Utara bersama tujuh partai koalisi lainnya.
Menjelang berakhirnya masa kepengurusan, Rahmi menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama memimpin partai. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kader yang telah bekerja bersama membesarkan Demokrat di Maluku Utara.
Rahmi berharap seluruh kader dapat merapatkan barisan dan memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan baru yang nantinya ditetapkan DPP Partai Demokrat.
“Soliditas dan kebersamaan seluruh kader menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi serta menghadapi berbagai agenda politik Partai Demokrat di Maluku Utara ke depan,” pungkasnya. (udi/ask)
















