[metaslider id="30652"]
DAERAH  

Tidore Masih Simpan Manuskrip Bersejarah, Pemda Dorong Identifikasi Naskah Kuno

PENAMALUT.COM, TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mendorong upaya pelestarian naskah kuno sebagai bagian penting dalam menjaga jejak sejarah dan warisan budaya daerah. Sebab, Tidore sebagai salah satu negeri tua di Maluku Utara diyakini masih menyimpan banyak manuskrip bersejarah yang belum teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Kota Tidore Kepulauan, Sofyan Saraha, saat membuka secara resmi Sosialisasi Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno, yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan, Senin (2/11).

file_00000000e98c8206a260f504a395d26a(1)
previous arrow
next arrow

Kegiatan yang diprakarsai Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan tersebut turut dihadiri para pimpinan OPD, narasumber, serta peserta sosialisasi.

Dalam arahannya, Sofyan mengatakan Tidore memiliki perjalanan sejarah panjang yang meninggalkan berbagai catatan dan manuskrip bernilai tinggi. Namun, sebagian warisan tersebut hingga kini belum teridentifikasi maupun dikelola secara optimal.

“Kegiatan ini sangat penting. Tidore memiliki sejarah panjang, dan dari sejarah itu pasti menyimpan catatan-catatan tua yang belum terekspos. Ini harus digali dan dilestarikan sebagai kekayaan budaya untuk anak cucu,” katanya.

Ia menjelaskan, naskah kuno bukan sekadar dokumen lama, melainkan bagian dari memori kolektif masyarakat yang menyimpan informasi mengenai berbagai aspek kehidupan masa lampau, mulai dari agama, sosial, budaya, politik hingga ekonomi.

Menurutnya, upaya pelestarian naskah kuno juga sejalan dengan agenda besar Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam mewujudkan Tidore sebagai Kota Rempah, Titik Nol Jalur Rempah, serta Kota Budaya Warisan Dunia.

Untuk mendukung cita-cita tersebut, dibutuhkan referensi sejarah yang autentik, salah satunya bersumber dari naskah-naskah peninggalan leluhur.

“Kami berharap kegiatan ini menyentuh akar persoalan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan harus hadir dengan kegiatan konkret, dan masyarakat sebagai pemilik naskah harus menjadi kunci utama dalam pemeliharaan dan pelestarian,” ujarnya.

Sofyan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk melahirkan langkah-langkah nyata dalam menyelamatkan warisan intelektual tersebut.

Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam peninggalan leluhur tidak hanya disimpan sebagai catatan sejarah, tetapi juga digali, dipelajari, dan terus dihidupkan dalam kehidupan generasi mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara, Iswan Idrus, dalam laporannya menjelaskan bahwa naskah kuno merupakan salah satu warisan intelektual dan kebudayaan bangsa yang memiliki nilai sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, keagamaan, serta kearifan lokal yang sangat tinggi.

Ia menambahkan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan untuk mengidentifikasi dan mendaftarkan naskah kuno yang tersebar di wilayah Maluku Utara.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah provinsi telah membentuk Tim Identifikasi dan Pendaftaran Naskah Kuno yang akan melakukan penelusuran langsung di dua wilayah, yakni Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan keberadaan naskah-naskah kuno di Maluku Utara dapat terdata dengan baik, sehingga warisan sejarah dan kebudayaan tersebut tidak hilang ditelan zaman, melainkan tetap terjaga sebagai sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.

Desain Tanpa Judul (5)
previous arrow
next arrow