Kejari Mulai Lidik Kasus Pembangunan Menara Masjid Raya Ternate

  • Bagikan
Plt Kejari Ternate, Jefri Huwae. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate mulai menyelidiki kasus pembangunan menara Masjid Raya Al-Munawar, Kota Ternate.

Lembaga Adhyaksa itu mulai mengumpulkan bahan dan keterangan (Pulbaket) serta pengumpulan data (Puldata) atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejari Ternate, Jefri Huwae menuturkan, Kejari Ternate dan Kejati Maluku Utara sama-sama melakukan Puldata dan Pulbaket atas kasus ini. Namun demikian, hal ini akan dibicarakan untuk diarahkan ke satu titik.

“Jadi tim turun ke lapangan itu merupakan suatu kewajiban. Karena ada bahan-bahan di Kejati juga jadi nanti kalau dialihkan ke Kejari, progresnya sampai di mana? Tapi yang jelas kita jalan untuk melakukan penyelidikan pengumpulan bahan dan keterangan,” jelas Jefri kepada wartawan, Senin (8/11) tadi.

Jefri bilang, pihaknya belum bisa memastikan tindak pidana atau tidak dalam kasus ini, sehingga perlu dilakukan pendalaman.

Sejauh ini sudah ada pihak yang dipanggil. Namun untuk membuka hal-hal seperti ini, kata Jefei, harus dari yang paling bawah dan tidak mungkin langsung dari atas.

“Kalau di atas itu artinya bahan keterangan semua sudah siap untuk disimpulkan. Sekarang masih Puldata dan Pulbaket. Jadi kalau teman-teman punya data atau informasi tambahan, sampikan ke kita untuk mendukung,” ujar Asdatun Kejati Malut itu.

Sekadar diketahui, pembangunan menara Masjid Raya Ternate ini menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang melekat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malut tahun 2016, dengan nilai pagu Rp 3.875.000.000.

Proyek ini dikerjakan PT. Mitra Indah Pratama. Selain itu, ada juga paket pengawasan atau jasa konsultasn pembangunan Menara Masjid Raya Ternate (Al-Munawar) yang dimenangkan CV. Archieplan dengan nilai pagu Rp 125 juta. (gon/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!