Dinkes Taliabu Gelar Orientasi Infant Feeding Practice

Foto bersama di sela-sela kegiatan orientasi Infant Feeding Practice. (Yasin/NMG)

PENAMALUT.COM, TALIABU – Dinas Kesehata Kabupaten Pulau Taliabu menggelar orientasi infan feeding practice (asuhan keterampilan makanan bayi) .

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Taliabu, Kamis (15/12) yang diikuti 50 peserta stunting yang bertugas di desa lokasi stunting. Turut hadir Asisten I dan II Setda Taliabu.

Kepala Dinas Kesehatan Taliabu, Kuraisia Marsaoly dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Dinas Kesehatan, Ema Larakab, mengatakan bahwa stunting meruapkan masalah kesehatan tingkat nasional sampai ke tingkat tingkat desa. Sehingga itu, pemerintah melakukan upaya dalam rangka percepatan penurunan stunting melalui persiapan, perencanaan, intervensi dan evaluasi.

Tentunya proses ini tidak mudah dilalui dengan adanya berbagai tantangn yang dihadapi, namun tidak mematahkan semangat kita untuk terus melakukan kegiatan secara terus menerus. Sehingga pada November kemarin sudah terdapat penurunan kasus sebanyak 10 persen.

”Ini membuktikan keseriusan dalam penanganan stunting. Untuk mencapai hal tersebut butuh kerja sama yang baik antara lintas OPD, kemudian stakeholder. Sehingga angka stunting yang tadinya 35 persen turun menjadi 20 persen lebih,” tuturnya.

Kegiatan hari ini, lanjut Ema, adalah pembekalan orientasi untuk memperkuat peningkatan, intervensi, dan evaluasi dalam penanganan penurunan stunting. Hal ini dilakukan atas dasar temuan kasus yang ditemukan dan upaya-upaya yang telah dilakukan, sehingga ada kekurangan untuk perbaikan. Tujuannya agar proses pelaksanaan pencegahan stunting ini dapat dilakukan dengan baik.

Sementara Asisten II Setda Taliabu, Maruuf dalam kata sambutanya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu menyambut baik kegiatan ini, mengingat saat ini kita sedang menghadapi tantangan utama dalam pengendalian penyakit, yakni adanya transisi epidemiologi.

“Hal ini menyebabkan munculnya beban ganda terkait pengendalian penyakit menular yang belum selesai, sedangkan di sisi lain kasus penyakit tidak menular semakin meningkat,” ujarnya.

Selain itu, kata maaruf, Pemda memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga melalui paparan, penjelasan, dan informasi dari narasumber terkait penguatan intervensi suplementasi gizi dan ibu hamil di desa lokasi stunting dan lokasi desa rencana di Kabupaten Pulau Taliabu dapat memperluas pemahaman ibu-ibu peserta agar dapat diaplikasikan dalam penanganan stunting di wilayah kerjanya

masing-masing, serta mengetahui dengan jelas langkah apa yang harus diupayakan dalam menangani stunting di Kabupaten Pulau Taliabu.

“Mengingat Kabupaten Pulau Taliabu merupakan salah satu Kabupaten yang Lokus Stunting dengan prevalensi kasus tertinggi di Provinsi Maluku Utara,” jelasnya.

Maka untuk menindaklanjuti Peraturan Bupati Pulau Taliabu Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Pulau Taliabu dan Rencana Aksi dan Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Percepatan Penurunan Stunting, maka penting sekali untuk kegiatan ini dilaksanakan karena merupakan salah satu upaya percepatan penurunan stunting.

Di mana setiap kader di desa dibekali dengan ilmu pengetahun tentang deteksi dini dan tata laksana dini stunting, peran PKK dalam posyandu, peran petugas Yaga Mei serta pengukuran dan tata laksanana gizi buruk yang bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat yang dilakukan oleh ibu-ibu yang akan dilatih pada hari ini oleh pemateri-pemateri yang ahli di bidangnya masing-masing.

”Saya berharap kegiatan ini dapat menyiapkan kader-kader yang selanjutnya akan mengimplementasikan apa yang didapat disini di wilayah kerjanya masing-masing. Semoga setelah kegiatan ini peserta dapat menambah soft skills dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pulau Taliabu,” harapnya. (ysn/ask)

Respon (13)

  1. Ping-balik: sex 2024
  2. Ping-balik: trustbet
  3. Awsome info and straight to the point. I don’t know if this is truly the best place to ask but do you guys have any thoughts on where to hire some professional writers? Thank you 🙂

Komentar ditutup.