DAERAH  

DPRD Halbar Bakal Keluarkan Rekomendasi Terkait Desakan Pencopotan Dirut RSUD Jailolo

Aksi desak pencopotan Direktur RSUD Jailolo yang berlangsung di gedung DPRD Halbar. (Haryadi/NMG)

PENAMALUT.COM, JAILOLO – DPRD Halmahera Barat merespons desakan pencopotan Direktur RSUD Jailolo, dr. Novimaryana.

Desakan ini disampaikan sejumlah massa aksi menyikapi permasalahan kematian seorang bayi akibat dari pelayanan rumah sakit yang kurang profesional.

Aksi yang berlangsung di depan gedung RSUD Jailolo dan DPRD Halbar, Senin (20/2) tadi itu direspons empat fraksi di DPRD Halbar. Empat fraksi itu yakni Golkar, Gerindra, Hanura dan Fraksi gabungan Nasional Amanat Sejahtera (NAS). Wakil rakyat empat fraksi itu sepakat mengeluarkan rekomendasi ke Bupati Halbar untuk mencopot Direktur RSUD Jailolo.

Ketua Fraksi Hanura, Hardi Hayun mengatakan, problem yang terjadi di RSUD Jailolo dari rentetan masalah yang dirinya juga pernah mengalami, maka sudah seharusnya Direktur RSUD dievaluasi.

“Kalau bahasanya copot, kami di DPRD tidak punya hak untuk mencopot seorang direktur. Seribu kali kami mengeluarkan rekomendasi sekalipun, tapi itu ada pada hak prerogatif Bupati. Jadi sikap kami menyetujui Direktur RSUD harus dievaluasi atau diganti,” tegasnya.

Ketua Komisi I DPRD Halbar, Joko Ahadi menyampaikan, menyikapi gejolak di RSUD Jailolo, maka pihaknya di DPRD sudah membicarakannya. Sehingga itu, pekan ini pihaknya bakal mengeluarkan rekomendasi.

“Jadi tuntutan masa aksi ini saya setuju seribu kali, karena prestasi dari seorang Direktur RSUD Jailolo ini tidak ada. Semenjak dia dilantik memang tidak ada prestasi, bukan lagi pelayanan buruk, tapi bahkan sudah klimaks. Jadi hari ini saya selaku Ketua Fraksi Golkar dan juga Ketua Komisi I meminta kepada Sekretaris DPRD Halbar agar segera membuat surat rekomendasi untuk pencopotan Direktur RSUD Jailolo,” tandasnya.

Joko mengaku ada empat fraksi yang menyetujui pencopotan itu, sehingga sudah memenuhi kuota forum untuk dikeluarkan rekomendasi.

Ia menyebutkan tindakan Direktur RSUD ini memang sudah klimaks. DPRD bahkan sudah dua kali melakukan inspeksi mendadak dan mendapati sistem pelayanan di RSUD Jailolo memang sangat buruk.

“Memang miris dari aspek kebersihannya, pelayanannya juga buruk. Begitu juga orang tebus BPJS, kelas obat paracetamol saja pasien tidak dapat,” katanya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Halbar, Robinson Missy menambahkan, secara politis pesan dari massa aksi telah direspons.

“Atas nama lembaga memperkuat Komisi III segera melakukan pengawasan terhadap investigasi soal tindakan dokter tersebut. Kemudian kami akan turun ke RSUD. Jadi secara materilnya kami akan sampaikan kepada Bupati Halbar nantinya,” jelasnya. (adi/ask)

Respon (33)

  1. Ping-balik: additional info
  2. Howdy! This is my first comment here so I just wanted to give a quick shout out and say I really enjoy reading your blog posts. Can you recommend any other blogs/websites/forums that deal with the same topics? Thanks for your time!

  3. Ping-balik: Dried Mushrooms
  4. Ping-balik: 다시보기
  5. I’m truly enjoying the design and layout of your blog. It’s a very easy on the eyes which makes it much more pleasant for me to come here and visit more often. Did you hire out a developer to create your theme? Great work!

  6. I’d have to test with you here. Which isn’t one thing I normally do! I get pleasure from reading a put up that can make individuals think. Also, thanks for allowing me to comment!

  7. Normally I don’t read post on blogs, but I would like to say that this write-up very forced me to try and do it! Your writing style has been surprised me. Thanks, very nice post.

Komentar ditutup.