Viral Video Seorang Remaja Dianiaya di Depan Jatiland Mall, Lima Pelaku Ditangkap

Foto terduga para pelaku penganiayaan

PENAMALUT.COM, TERNATE – Beredar sebuah video terlihat seorang remaja dianiaya sejumlah orang di depan kawasan Jatiland Mall, Kota Ternate.

Video berdurasi 1 menit itu tersebar di beberapa platform media sosial dan menjadi viral. Dalam video itu, korban dianiaya hingga babak belur oleh para pelaku yang kini telah diamankan lima orang di Polres Ternate. Korban diketahui adalah MF (14 tahun) dan rekannya, IJ.

Kasat Reskrim Polres Ternate, Iptu Bondan Manikotomo, mengungkapkan kejadian itu terjadi pada Senin (20/5) sekitar pukul 04.00 WIT dini hari. Setelah kejadian itu, malamnya keluarga korban langsung membuat laporan ke Polres Ternate.

Atas dasar laporan itu, tim Reskrim Polres Ternate kemudian melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang sudah diketahui identitasnya berdasarkan alat bukti dalam video dan mengamankan lima orang.

“Jadi pelaku ini kurang lebih berjumlah 9 orang, lima diantaranya telah diamankan. Sementara sisanya masih dalam pengejaran anggota Resmob kami,” kata Iptu Bonda, Selasa (21/5).

Lima pelaku yang diamankan itu kini telah ditahan di Mapolres Ternate untuk diproses lebih lanjut.

Bondan menjelaskan, kejadian itu awalnya korban bersama rekannya berinisial IJ dari arah Kelurahan Kalumpang menuju melewati Taman Landmark di Kelurahan Muhajirin. Tiba di Taman Landmark, korban dan rekannya melihat para pelaku sedang berkumpul. Kemudian salah satu dari pelaku berteriak mengajak korban untuk balapan. Tetapi ajak itu ditolak oleh MF dan IJ.

Dari situlah, para pelaku lalu mengajar korban menggunakan sepeda motor hingga sampai di depan Masjid Raya Al-Munawar dan para pelaku menendang motor yang dikendarai kedua korban hingga terjatuh. Setelah terjatuh, korban IJ lalu melarikan diri ke kantor Ditreskrimum Polda untuk meminta pertolongan.

Sementara MF berlari menuju arah Jatiland Mall. MF yang tak berdaya lantaran ditabrak kakinya hanya pasrah dan dikeroyok para pelaku menggunakan tangan maupun dipukul menggunakan helm hingga babak belur.

“Ini kronologis yang disampaikan korban saat membuat laporan. Saat ini kami sedang memburu para terduga pelaku lainnya,” jelas Bondan. (gon/ask)