PENAMALUT.COM, DARUBA – Sejumlah kepala desa di Kabupaten Pulau Morotai diduga terlibat politik praktis. Sejumlah kepala desa ini diketahui memobilisasi massa untuk mengikuti kampanye akbar pasangan calon bupati dan wakil bupati Pulau Morotai Deny Garuda dan Qubais Baba (Deny-Qubais).
Bahkan para kepala desa ini memobilisasi massa menggunakan mobil operasional desa untuk hadir di kampanye akbar yang berlangsung di eks lokasi Sail Morotai, Rabu (20/11). Hal ini terungkap melalui percakapan WhatsApp Grup (WAG) “Komando DG-QU Bupati” yang didalamnya terdapat sejumlah Kades ini.
Dalam WAG itu, terdapat percapakan beberapa kepala desa melaporkan jumlah kendaraan yang disiapkan masing-masing desanya. Para kades ini diduga diinstruksikan untuk menyiapkan kendaraan untuk memobilisasi massa.
Dalam percakapan itu, salah satu kepala desa sempat menanyakan bisa atau tidaknya penggunaan mobil dinas desa untuk memobilisasi massa. Hal itu pun ditanggapi oleh Kepala Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Ismit Nengo.
“Bisa, tapi mestinya semua kandidat. Kalau hanya satu kandidat itu tidak bisa,” kata Ismit dalam percakapan itu.
“Lapor untuk Mira Induk 2 truk, 4 pick-up dan roda dua. Sapu rataaa,” sambungnya.
Kepala Desa Cendana, Kecamatan Morotai Jaya, Delvis Tenang juga ikut melaporkan jumlah kendaraan yang disiapkan di desanya.
“Cocok gasss. Cendana 3 truk, 1 pick-up,” lapor Delvis.
Hal yang sama juga dilaporkan kepala Desa Lusuo, Kecamatan Morotai Utara, Marlon Bumulo.
“Lusuo 5 truk, 2 Avanza, 1 pick-up dan yang lain motor,” tulisnya.
Dari pantauan di lapangan terlihat sejumlah mobil operasional desa ini ditemukan di area kampanye, salah satunya mobil pick-up berpelat merah yang bertuliskan Desa Tawakali dengan nomor polisi DG 8090 PM. Mobil ini mengangkut puluhan massa kampanye.
Tak hanya mobil dinas Desa Tawakali, tapi juga terdapat mobil dinas desa lainnya juga digunakan untuk mengangkut massa. Untuk mengelabui warga, mobil-mobil dinas desa ini sengaja dibuka platnya.
Terpisah, Kordiv Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H) Bawaslu Morotai, Mulkan Hi Sudin, mengaku akan melakukan penelusuran terkait hal itu.
“Nanti dilakukan penelusuran,” singkatnya. (jun/ask)












