PENAMALUT.COM, TERNATE – Sebanyak 2.501 mahasiswa program pendidikan guru (PPG) bagi guru tertentu atau PPG dalam jabatan piloting III tahun 2024 dan Retaker tahun 2025 Universitas Khairun (Unkhair) dikukuhkan hari ini, Rabu (28/5). Dari jumlah tersebut, lulusan Maluku Utara sangat sedikit.
Pengukuhan ini dilakukan secara virtual maupun luring bertempat di aula Banau, Kampus FKIP Unkhair. Pengukuhan dan Sumpah Profesi ini dilakukan langsung Rektor Unkhair Dr. M. Ridha Ajam.
Ketua Program PPG Universitas Khairun, Dr. H. Said Hasan dalam laporannya menjelaskan, PPG bagi guru tertentu tahun 2024 dilaksanakan melalui tiga tahap/piloting dengan total 606.601 mahasiswa. Di mana piloting satu dan piloting dua telah selesai dikukuhkan, dan saat ini pengukuhan piloting tiga.
“Dari 305.046 peserta secara nasional, Universitas Khairun meluluskan 2.501 orang. Capaian kelulusan Universitas Khairun sebesar 98,90 %, melebihi target yang telah ditetapkan yakni 90%,” jelas Said.
Ia melanjutkan, jumlah peserta 2.501 orang yang akan dikukuhkan pada hari ini terdiri dari 2.449 firstaker dan 52 retaker (lulusan susulan), dan secara keseluruhan tersebar pada 35 provinsi di seluruh Indonesia. Provinsi Sumatera Barat mendominasi peserta terbanyak, yakni 360 peserta, disusul Lampung 271, Maluku 214, sementara Maluku Utara hanya 183 peserta.
Dengan tambahan lulusan piloting tiga tahun 2024 dan retaker tahun 2025 sebanyak 2.501 orang, maka total alumni PPG Universitas Khairun hingga Mei 2025 sebanyak 7.702 orang yang tersebar di 38 Provinsi di Seluruh Indonesia.
Sementara itu, Rektor Unkhair Dr. M. Ridha Ajam, dalam sambutannya menyampikan selamat dan atas capaian para Guru Indonesia yang telah dikukuhkan hari ini.
“Hari ini, kita menyaksikan pengukuhan para guru yang telah melewati proses pembelajaran, pelatihan, dan penilaian kompetensi dengan penuh ketekunan. Ini adalah pencapaian yang luar biasa, sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik anak-anak bangsa dengan sepenuh hati dan keahlian,” katanya.
“Kami di universitas percaya bahwa pendidikan tidak bisa berhenti pada gelar atau sertifikat. Karena kita yakini bersama bahwa pendidikan adalah proses sepanjang hayat, maka harus terus belajar, memperbarui cara mengajar, mengembangkan empati, dan menyebarkan inspirasi di manapun berada, membangun kolaborasi dan selalu berbagi best practice terutama kepada teman sejawat,” sambungnya menutup. (ask)












