UMMU Kembali Kukuhkan Dua Guru Besar, Tonggak Sejarah Menuju Kampus Unggul

Pengukuhan dua guru besar Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU).

PENAMALUT.COM, TERNATE – Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) mengukir capaian penting dalam perjalanan akademiknya dengan menggelar sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhan dua Guru Besar.

Keduanya adalah Prof. Dr. Abdul Halil Ibrahim Tjan, S.Ag., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Etika Administrasi Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Kemudian Prof. Dr. Ahmad Talib, SP., M.Si sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian dan Perikanan (FPP).

Kegiatan pengukuhan berlangsung di Auditorium Hj. Abdullah Tjan Hoatseng, Sabtu (31/5). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penganugerahan gelar tertinggi dalam dunia akademik, tetapi juga menjadi simbol tekad UMMU untuk terus mendorong kemajuan peradaban melalui keilmuan yang berintegritas.

Kedua akademisi tersebut telah lama memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia. Dengan pengukuhan ini, UMMU kini memiliki empat guru besar aktif yang sekaligus memperkuat fondasi akademik universitas di level nasional dan internasional.

Sidang senat dibuka oleh Rektor UMMU sekaligus Ketua Senat, Prof. Saiful Deni, dan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe dan jajaran pimpinan universitas, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMU, Kepala LLDIKTI Wilayah XII, dan Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, serta para akademisi, tokoh masyarakat, dan keluarga kedua guru besar yang dikukuhkan. 

Dalam sambutannya, Prof. Saiful menekankan bahwa gelar guru besar merupakan bentuk kepercayaan besar yang harus diemban dengan tanggung jawab keilmuan dan moral yang tinggi.

Guru besar bukan hanya simbol kehormatan akademik, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan dedikasi dan komitmen. Ini adalah panggilan untuk menjadi pelita bagi generasi muda, membimbing mereka dengan ilmu yang bermakna, dan berkontribusi nyata bagi perubahan sosial.

Pengukuhan ini, kata dia, menjadi tonggak penting dalam upaya UMMU memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi unggul. Prof. Abdul Halil merupakan guru besar kedua di FISIP dan ketiga di tingkat universitas, sementara Prof. Ahmad Talib menjadi guru besar pertama di Fakultas Pertanian dan Perikanan serta yang keempat secara keseluruhan.

“Kehadiran guru besar di setiap fakultas akan memperkuat pilar riset, pembelajaran, dan pengabdian. Ini akan mendorong atmosfer akademik yang lebih dinamis dan inovatif,” ujarnya.

Usai pengukuhan, kedua guru besar masing-masing menyampaikan orasi ilmiah yang mencerminkan kedalaman pemikiran dan pengalaman akademik yang telah ditempuh. Prof. Abdul Halil menyoroti pentingnya etika dalam tata kelola pemerintahan, sementara Prof. Ahmad Talib menekankan urgensi pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan di daerah pesisir.

Pengukuhan dilakukan secara resmi melalui pengalungan medali dan penyematan atribut kehormatan oleh pimpinan Senat. Seluruh hadirin memberikan penghormatan dan apresiasi atas pencapaian kedua tokoh tersebut, disusul sesi foto bersama senat, keluarga, dan para tamu undangan.

Momen pengukuhan ini menjadi refleksi kolektif bahwa UMMU terus tumbuh sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam berkemajuan di timur Indonesia. Lebih dari sekadar perayaan, ini adalah komitmen untuk melahirkan pemikir, inovator, dan agen perubahan dari wilayah kepulauan.

“Kami berharap keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh civitas akademika UMMU. Mari kita bangun bersama kampus ini menjadi rumah ilmu, tempat lahirnya pemimpin dan pemikir yang membawa manfaat besar untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan,” pungkas Prof. Saiful Deni. (ask)