PENAMALUT.COM, TIDORE – Wali Kota Muhammad Sinen membuka kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tidore Kepulauan ke V. Kegiatan ini dilangsungkan di Aula BPMP, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Rabu (10/9).
Dalam sambutannya, Wali Kota Muhammad Sinen menyampaikan bahwa Pemkot Tidore Kepulauan menyambut baik kegiatan Muscab yang merupakan forum tertinggi dari organisasi IBI di tingkat kota. Ini merupakan ruang konsolidasi serta pembinaan organisasi tingkat cabang, ranting dan anggota.
“Keberadaan IBI sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. IBI sebagai organisasi profesi dan wadah yang mandiri telah mewujudkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat dengan membantu pemerintah dalam pembangunan nasional,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini mengatakan, bidan merupakan profesi yang bekerja dengan mengutamakan hati. Hati sebagai seorang perempuan, hati sebagai seorang ibu dan hati sebagai seseorang yang meyakini bahwa dari tangannya sebuah generasi baru akan lahir.
Sinen juga menyentil angka kematian ibu tahun 2024 sebanyak dua orang, dan kematian bayi sebanyak dua dari jumlah kelahiran hidup di Kota Tidore sebanyak 1.457. Sementara persalinan ditolong oleh bidan dan tenaga kesehatan lainnya sebedar 88 persen, namuj harapannya agar perlu ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota berpesan, untuk terus berjuang, gigih dan tulus, agar program kesehatan dapat ditingkatkan di masa mendatang. Serta semoga Musyawarah Cabang dapat berlangsung lancar dan tertib hingga selesai, kepada peserta, selamat mengikuti musyawarah.
Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Maluku Utara, Hj. Nuzliati T. Djama dalam sambutannya berharap, musyawarah cabang ini menjadi ajang untuk memperkuat sinergi dan solidaritas diantara anggota IBI, serta berkontribusi untuk peningkatan pembangunan kesehatan di Kota Tidore.
Sementara Ketua PC IBI Kota Tidore Kepulauan, Sukma Albanjar dalam kesempatan tersebut mengajak peserta Muscab untuk mengikuti kegiatan dengan baik, serta menggunakan hak suara secara bijak sesuai hati Nurani, dan menjaga suasana musyawarah agar berjalan tertib dan lancar.












