PENAMALUT.COM, TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus memberikan dukungan penuh kepada Forum Peduli Bahasa Daerah Kota Tidore untuk melakukan kajian dan penguatan terhadap bahasa daerah sebagai warisan leluhur masyarakat Tidore.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, didampingi Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, saat menerima audiensi Forum Peduli Bahasa Tidore di ruang rapat Wali Kota Tidore, Rabu (7/1/2026).
Wali Kota Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh tim Forum Peduli Bahasa Tidore yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian bahasa daerah.
“Saya bangga dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim. Semoga pertemuan ini membawa dampak positif ke depan, agar Bahasa Tidore sebagai warisan leluhur tidak diklaim oleh pihak lain dengan menyatakan bahwa bahasa Tidore hanyalah dialek dari bahasa daerah lain,” ujar Muhammad Sinen.
Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan siap mendukung penuh upaya pengkajian ulang bahasa daerah Tidore.
“Mari kita berkolaborasi dengan baik. Mudah-mudahan pertemuan ini berjalan sesuai harapan bersama dan memberikan manfaat bagi kita semua. Pada intinya, pemerintah daerah menyambut baik forum ini dengan harapan kita bersama-sama membangkitkan bahasa daerah Tidore agar dikenal lebih luas, tanpa ada klaim bahwa bahasa Tidore merupakan dialek dari bahasa daerah lain,” kata Ahmad Laiman.
Sementara itu, Ketua Forum Peduli Bahasa Tidore, Yusuf Khairun, menjelaskan bahwa forum tersebut merupakan komunitas literasi yang fokus pada penguatan dan pelestarian bahasa daerah Tidore.
“Sejak lama, kami sebagai komunitas literasi merasa gelisah dengan eksistensi bahasa Tidore yang hingga kini belum dianggap sebagai bahasa asal atau bahasa ibu, melainkan disebut sebagai dialek dari bahasa daerah lain oleh sejumlah peneliti,” ungkap Yusuf.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar bahasa Tidore dapat ditegakkan dan diakui keberadaannya.
“Karena itu, kami membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk berkolaborasi memajukan bahasa Tidore. Harapan kami, pada tahun 2026 bahasa Tidore dapat ditegakkan dan mampu bersaing dengan bahasa daerah lainnya,” pungkasnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Dr. Syofyan Saraha, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain, Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Abdul Hakim Adjam, pimpinan OPD terkait, serta sekitar 20 anggota Forum Peduli Bahasa Tidore













