PENAMALUT.COM, TIDORE – Upacara puncak peringatan Hari Jadi Tidore (HJT) ke-918 Tahun 2026 resmi digelar dengan khidmat di Halaman Kedaton Kesultanan Tidore, Minggu (12/4/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Sultan Tidore Husain Sjah dan dihadiri oleh Muhammad Sinen, Ahmad Laiman, unsur Forkopimda, serta sejumlah tamu VIP.
Prosesi upacara diawali dengan pembacaan Borero Gosimo, pesan leluhur yang disampaikan Sultan Tidore kepada generasi penerus agar senantiasa taat kepada Allah SWT. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kepada Panji Buldan Kesultanan Tidore serta penyampaian sambutan dari para pejabat yang hadir.
Dalam sambutannya, Sultan Husain Sjah menegaskan bahwa usia Tidore yang telah mencapai 918 tahun merupakan bukti eksistensi panjang sebuah peradaban yang memiliki sejarah, nilai, dan identitas kuat.
“Tidore bukan sekadar wilayah, melainkan entitas peradaban. Warisan leluhur ini harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat agar nilai-nilai luhur tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam catatan sejarah, Tidore memiliki wilayah kekuasaan dan pengaruh yang luas, sehingga menjadi bagian penting dari peradaban besar dengan peran strategis di masa lalu.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin A Kadir, menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang Tidore sebagai daerah yang kaya sejarah dan budaya.
“Dengan tema Merawat Tradisi, Mempertegas Jati Diri Bangsa Maritim, kita diajak untuk merenungkan perjalanan panjang Tidore sebagai pusat peradaban dan simbol kejayaan bangsa maritim,” ujarnya.
Di sisi lain, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Kesultanan Tidore dalam mendorong kemajuan daerah.
“Hari Jadi Tidore adalah momentum refleksi perjuangan leluhur sekaligus penguat kolaborasi demi masa depan Tidore yang lebih baik. Persatuan adalah kunci utama,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Sultan Tidore, jajaran adat, serta seluruh elemen masyarakat atas dukungan yang terus mengalir dalam menjaga stabilitas dan pembangunan daerah.
Peringatan HJT ke-918 ini menjadi simbol kuat keberlanjutan sejarah dan budaya Tidore, sekaligus pengingat bagi generasi penerus untuk terus menjaga identitas dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.












