PENAMALUT.COM, LABUHA – Proyek pembangunan Aula SMA Negeri 7 Halmahera Selatan senilai lebih dari Rp2 miliar menuai sorotan. Meski dari luar bangunan tampak megah dan telah berdiri kokoh, hingga kini aula tersebut belum dapat difungsikan karena pekerjaan belum rampung.
Berdasarkan pantauan dari kondisi bangunan, tampak bagian eksterior aula telah selesai dikerjakan dengan dinding dicat rapi, atap terpasang, pintu dan jendela telah terpasang sehingga memberikan kesan bangunan sudah siap digunakan. Namun, di sisi lain masih terlihat material proyek seperti pipa besi, seng penutup, dan perlengkapan konstruksi yang berserakan di sekitar bangunan.
Kondisi tersebut diperkuat dengan pengakuan pihak sekolah bahwa bagian dalam gedung belum selesai dikerjakan.
Kepala SMA Negeri 7 Halmahera Selatan, Aludin Hi. Sabtu, mengungkapkan pembangunan aula tersebut belum tuntas karena plafon dan lantai keramik hingga kini belum dipasang.
“Tidak selesai pak, plafon dan keramiknya belum terpasang,” kata Aludin saat dikonfirmasi, Sabtu (27/6).
Akibat pekerjaan yang belum rampung, aula tersebut belum bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sekolah, meskipun secara fisik dari luar bangunan terlihat telah selesai.
Berdasarkan data proyek, pembangunan aula itu dikerjakan oleh CV Astana Bima Pratama dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp2.000.000.000. Kontrak pekerjaan dimulai pada 3 September 2025 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Belum selesainya pekerjaan menimbulkan pertanyaan mengenai penyelesaian proyek tersebut. Pasalnya, fasilitas penting seperti plafon dan keramik merupakan bagian utama yang menentukan kelayakan bangunan untuk digunakan.
Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara maupun pihak terkait memberikan penjelasan mengenai penyebab proyek belum tuntas serta memastikan penyelesaian pekerjaan agar aula yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah itu segera dapat dimanfaatkan oleh warga sekolah. (ask)















