PENAMALUT.COM, LABUHA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memastikan pembangunan ruas jalan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Desa Marabose, Kecamatan Bacan, dilakukan tahun ini.
Anggaran pembangunan jalan dengan panjang tiga kilo meter lebih tersebut akan dialokasikan dalam APBD Perubahan 2026 yang telah disahkan DPRD pada Kamis (10/9).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Halmahera Selatan, Ridwan, mengatakan total anggaran pembangunan jalan menuju TPA sampah di Desa Marabose sebanyak Rp11 miliar.
“Total anggaran tersebut di dalamnya termasuk pembangunan drainase di ruas jalan TPA. Jadi insyaallah tahun ini sudah akan dibangun,” kata Ridwan kepada wartawan, Selasa (15/9).
Menurutnya, pembangunan jalan TPA sampah di Desa Marabose menjadi prioritas Pemkab Halmahera Selatan. Pasalanya, kondisi ruas jalan tersebut sudah rusak parah.
“Itu memang prioritas, sehingga tahun ini dibanguan, dan kami di Dinas PUPR sudah input ke RKA (Rencana Kerja dan Anggaran). Kemudian jalan itu dihotmix, bukan lapen,” jelas Ridwan.
Selain jalan menuju TPA Marabose, Pemkab Halmahera Selatan juga pada akhir tahun ini membangun sejumlah ruas jalan perkoataan. Di antaranya ruas jalan di kawasan perkantoran pemerintahan daerah, ruas jalan di Desa Panamboang, jalan lapen di Desa Tembal dan Desa Hidayat.
Kepastian pembangunan sejumlah ruas jalan tersebut setelah Pemerintah Pusat menyalurkan Dana Bagi Hasil (DBH) Halmahera Selatan sebanyak Rp102 miliar lebih.
Anggaran miliaran itu hampir sebagian besar digunakan untuk kegiatan pembangunan infrastruktur jalan, sementara sisanya digunakan membayar utang pemerintah daerah ke pihak ketiga.
“Sebagaiman sudah disampaikan oleh DPRD bahwa DBH kita digunakan untuk infrastruktur jalan. Dan itu melekat di Dinas PUPR,” tandas Ridwan.
Warga RT 05 Desa Marabose, menyambut baik rencana Pemkab Halmahera Selatan hotmix jalan menuju TPA sampah.
Warga berharap rencana tersebut betul-betil direaliasasikan tahun ini. Mereka juga mengancam lakukan pemalangan jalan jika pemerintah daerah tak membangun.
“Kami akan kawal, sehingga kami berharap betul-betul di bangun. Karena kami yang tiap hari melintasi jalan ini, sudah tidak sanggup karena kondisi jalan yang rusak parah,” ujar Irfan Rajak, warga RT 05 Desa Marabose.
Irfan menambahkan, ruas jalan menuju TPA sampah, tidak hanya dilintasi armada pengakut sampah. Tetapi masyarakat dan siswa/siswi juga turut serta melintasi.
“Di jalan TPA ini banyak pemukiman warga, ada sekitar 100 KK lebih. Ada juga sekolah SMA dan SMP. Jadi menurut saya pemerintah daerah tidak perlu menunda pembanguanan jalan ini,” pungkasnya. (rul/ask)














