PENAMALUT.COM, TERNATE – Anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate tahun 2026 mengalami penurunan drastis. Dari sebelumnya hampir Rp 100 miliar, kini belanja modal tak lagi menyentuh angka Rp 10 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib, mengungkapkan keterbatasan anggaran tersebut dipicu pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD), sehingga sebagian besar program pembangunan terpaksa ditunda.
“Akibat pemotongan anggaran, hampir 90 persen kegiatan belanja modal terpangkas. Tahun lalu anggaran kami mendekati Rp100 miliar, sekarang bahkan tidak sampai Rp10 miliar,” kata Rus’an, Selasa (20/1).
Meski demikian, PUPR memastikan sektor infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas. Pemerintah kota masih mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan rutin jalan, penanganan titik-titik banjir, serta perbaikan drainase di dalam kota.
“Infrastruktur tetap kami fokuskan, terutama pemeliharaan jalan dan penanganan banjir di beberapa lokasi rawan,” ujarnya.
Rus’an menambahkan, pembangunan infrastruktur di wilayah Bahim masih dianggarkan, namun porsinya sangat terbatas akibat keterbatasan fiskal daerah.
“Kami dibatasi anggaran, jadi prioritas hanya pada kebutuhan dasar. Wilayah Bahim tetap ada, tetapi tidak terlalu banyak,” pungkasnya. (udi/ask)












