Listrik dan Air Bersih Gratis 24 Jam, Warga Kawasi Nikmati Kualitas Hidup di Pemukiman Baru

Warga di Pemukiman Baru Desa Kawasi, Yusdin Ode Atia.

LABUHA, PENAMALUT.COM – Kehidupan warga Desa Kawasi di Pulau Obi kini memasuki babak baru yang lebih menjanjikan. Perpindahan ke Permukiman Baru Desa Kawasi terbukti membawa perubahan signifikan bagi kualitas hidup masyarakat, terutama dengan tersedianya fasilitas listrik dan air bersih gratis selama 24 jam penuh.

Selain itu, ketersediaan infrastruktur yang mapan di Permukiman Baru Desa Kawasi ternyata berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi warga. Hal itu diakui oleh warga Desa Kawasi, Yusdin Ode Atia, yang menyebut adanya geliat ekonomi yang kian hidup sejak kepindahan dirinya ke Pemukiman Baru Desa Kawasi.

“Sekarang kampung lebih hidup. Aktivitas pasar sudah ramai sejak pagi, dan mulai bermunculan usaha-usaha rumahan seperti warung makan. Dulu, anak muda harus keluar kampung untuk mencari kerja, sekarang peluang itu ada di sini,” aku Yusdin.

Yusdin menilai kehadiran sektor industri di lingkar tambang telah memberikan dampak nyata dalam membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Dirinya berharap tata kelola di Pemukiman Baru Desa Kawasi dapat terus ditingkatkan seiring dengan fasilitas umum yang sudah lengkap.

“Infrastruktur dasar yang terjamin 24 jam adalah fondasi utama bagi warga Desa Kawasi untuk berkembang dan hidup lebih sejahtera kedepan,” harap Yusdin.

Warga Desa Kawasi lain yang telah menetap di pemukiman baru, Reinhard Siar, mengungkapkan bahwa fasilitas tersebut merupakan sebuah kenyamanan yang sulit didapatkan di lokasi lama. Di permukiman lama, pertumbuhan jumlah pendatang yang tidak terkendali memicu persoalan utilitas yang kompleks akibat jaringan kabel dan pipa yang tidak tertata.

“Distribusi listrik dan air sebetulnya memadai, bahkan berlebih jika hanya mengacu pada jumlah KK warga lokal. Namun, di lokasi lama, maraknya dugaan pencurian arus oleh oknum pendatang membuat beban mesin pembangkit melonjak tajam,” jelas Reinhard. Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi pada distribusi air bersih yang kerap terganggu akibat sambungan ilegal.

Kepuasan senada juga disampaikan oleh Fauzia Totou. Sudah dua tahun ia menikmati kenyamanan di hunian baru tersebut. Fauzia menegaskan bahwa kepindahannya dilakukan secara sukarela demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih layak bagi keluarganya.

“Fasilitas di sini sangat lengkap. Distribusi air dan listrik lancar 24 jam serta gratis. Itu sudah sangat bagus bagi kami,” ujar Fauzia.

Fauzi juga mengajak sanak saudaranya yang masih bertahan di pemukiman lama untuk segera menyusul dirinya ke pemukiman baru. Ia ingin saudara-saudaranya dapat menikmati lingkungan yang tertata rapi dan berkumpul di hunian yang lebih sehat.