PENAMALUT.COM, TERNATE – Aksi peringatan Hari Buruh (May Day) di Kota Ternate diwarnai protes pedagang yang membuang dagangan busuk di halaman Kantor Wali Kota, Senin (4/5).
Aksi tersebut digelar oleh aliansi puluhan organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung bersama pedagang Pasar Higienis yang tergabung dalam Gerakan May Day. Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate terkait kebijakan penataan pedagang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, para pedagang membuang hasil jualan berupa sayuran, jagung, pepaya, dan komoditas lain yang sudah membusuk sebagai bentuk protes. Aksi sempat memanas dan terjadi adu mulut antara massa aksi dengan aparat Satpol PP serta kepolisian yang melakukan pengamanan.
Dalam aksi tersebut, massa mendesak Pemkot Ternate untuk segera memenuhi sejumlah tuntutan, di antaranya penambahan fasilitas ambulans, perbaikan akses Jalan Barito, pengembalian pedagang pondak di Pasar Higienis, serta penataan lokasi berjualan agar dipusatkan di satu kawasan yang layak.
Koordinator aksi, Muis Ade, menyampaikan bahwa para pedagang kecil di Pasar Gamalama selama ini menggantungkan hidup dari hasil jualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak-anak mereka.
Namun, menurutnya, kebijakan pemerintah justru memindahkan para pedagang ke lokasi yang dinilai tidak layak, bahkan sebagian dilakukan secara paksa.
“Pedagang dipindahkan ke tempat yang sangat tidak layak dengan dalih penertiban lalu lintas berdasarkan Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 12 Tahun 2023,” ujarnya.
Ia menilai, persoalan kemacetan tidak sepenuhnya disebabkan oleh aktivitas pedagang, melainkan lemahnya penataan dan pengelolaan pasar oleh pemerintah.
“Kalau dilihat lebih jeli, bukan pedagang yang menyebabkan lalu lintas terhambat, tetapi karena tata kelola pasar yang tidak tertata dengan baik,” tambahnya.
Aksi ini juga merupakan bentuk kekecewaan pedagang terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Hingga berita ini diturunkan, massa aksi masih bertahan di lokasi dan terus menyampaikan orasi. (udi/ask)












