KATAM: Limbah Tambang Bakal Penuhi Laut Maluku Utara

0
Koordinator KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim (Doc: Pribadi)

PENA – Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara (Malut) kembali menegaskan penolakan terhadap pembuangan limbah pabrik (smelter) ke laut oleh PT Trimega Bangun Persada (TBP) yang terletak di Desa Kawasi Kecamatan Obi, Halmahera Selatan.

Melalui keterangan tertulisnya, Rabu (10/6/2020), Koordinator KATAM Malut, Muhlis Ibrahim, mengingatkan publik dengan telah berlangsungnya pembahasan Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL) PT TBP di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa 9 Juni kemarin. Pembahasan secara virtual melalui aplikasi Zoom tersebut membahas terkait penempatan residu di dalam laut (deep sea tailling placement).

Kata Muhlis, pembahasan tersebut dapat memberi keleluasaan kepada PT TBP untuk membuang limbah pabrik ke laut jika disetujui oleh KLHK. Atas dasar itu, KATAM bersikeras menolak dengan tiga pertimbangan.

Pertama, laut bagi masyarakat Maluku Utara adalah wahana stretegis bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat, khususnya dalam bidang perikanan. Kedua, limbah hasil pengolahan nikel (slag) masih dalam kategori limbah B3, yang berarti sangat berbahya bagi keberlangsungan biota laut. Sedangkan pertimbangan ketiga, sumber daya aparatur pemerintah daerah masih lemah secara kuantitas maupun kualitas terutama dalam bidang pengawasan.

“Perlu diketahui, pengalaman telah menunjukan pabrik pencucian asam tekanan tinggi akan mengekstraksi ribuan ton nikel dan kobalt dari biji nikel, meninggalkan jutaan ton limbah yang sarat dengan logam berat beracun seperti arsenik. Bahkan kami bisa memprediksi bahwa akan ada kurang lebih 80 juta ton limbah yang nanti akan dibuang didalam laut setiap tahunnya. Jika KA ANDAL ini nantinya disetujui. Bisa kita bayangkan bagaimana laut Maluku Utara ke depan,” tukasnya.

Untuk itu, KATAM lagi-lagi mengajak masyarakat Maluku Utara untuk menolak dengan tegas rencana pembuangan limbah pabrik nikel ke laut oleh PT TBP di Kawasi.

Sekedar informasi, kegiatan KA ANDAL diketahui dari surat Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan KLHK RI bernomor Un. 280/PDLUK/PAVI/PLA.4/5/2020, perihal undangan rapat tim teknis guna membahas KA ANDAL dari PT TBP yang beroperasi di Obi, Halmahera Selatan. (ht)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here