Coretan Redaksi untuk Polda Malut

0
Mapolda Maluku Utara.

Selamat ulang tahun ke-74, Polri. Tentu juga untuk Polda Malut dan Polres jajaran. 1 Juli adalah hari bersejarah bagi Polri. Dewasa ini, tidak sedikit lulusan SMA/SMK/sederajat memilih ikut seleksi untuk menjadi anggota Polri, baik itu Tamtama, Bintara maupun Akpol.

Jika lulus, maka orang tua dan seluruh anggota keluarga menjadi bangga. Begitu banyak anak muda yang ingin menjadi polisi, oleh karena institusi berseragam cokelat itu disegani, dihargai dan memiliki citra yang baik.

Bagaimana anggapan Polri hari ini, adalah hasil dari sebuah proses panjang, yang itu tentu membutuhkan pengorbanan penuh. Anggota polisi yang bertugas pada awal Polri terbentuk, wajib diberi penghormatan besar. Bisa dibilang, mereka lah peletak dasar yang kuat hingga Polri terus disegani.

Polda Malut

Dari Mabes Polri, Polda se-Indonesia hingga Pos Polisi di berbagai pelosok, adalah satu kesatuan. Ibarat sebuah sistem, jika pada satu unsur bermasalah, maka berpengaruh pada unsur lainnya. Belakangan ini tidak sedikit oknum polisi dipecat, karena bermasalah. Pemecatan tersebut dilakukan demi membentuk citra Polri, agar terus disegani rakyat.

Polda Malut di bawah kepimpinan Irjen Pol Rikwanto, tampak begitu baik. Rikwanto kelihatan begitu fokus pada Kamtibmas dan kegiatan sosial. Belum lama ini Polda menyalurkan ribuan paket bantuan untuk masyarakat.

Meskipun begitu, Irjen Rikwanto tidak meski berpuas diri. Setidaknya jenderal bintang dua itu memahami apa ketertarikan publik Malut atas kinerja penegak hukum.

Sebagai orang yang lama di Humas, Kapolda sudah pasti punya pengetahuan terkait sejauh mana respons dan animo publik Malut atas proses hukum kasus tindak pidana korupsi. Kapolda harus tahu bahwa publik Malut akan mengakui Polda atau lembaga penegak hukum lainnya bukan karena sukses dalam kegiatan sosial, tetapi penegakan hukum pada tindak pidana korupsi.

Itu artinya, animo publik Malut pada pemberantasan korupsi sangat tinggi. Demikian animo publik, bisa saja karena dugaan korupsi di daerah ini terus terjadi dan jarang diusut. Jika tidak diusut, maka tak mungkin ada efek jera. Dengan demikian, oknum yang diduga korupsi itu akan terus menilep duit rakyat dan kebiasaan buruk itu bukan tidak mungkin menular ke oknum-oknum lainnya.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Malut sementara mengusut beberapa kasus dugaan korupsi. Kasus-kasus itu harus diusut tuntas. Jika tidak, maka jangan salahkan publik kalau tidak mengakui kehebatan Kapolda.

Pernyataan Dir Reskrimsus Polda, Kombes Pol Alfis Suhaili bahwa penyidik telah meningkatkan satu status kasus dari penyelidikan ke penyidikan, menjadi perhatian publik. Masalah yang dimaksud adalah dugaan korupsi anggaran Rp 4,2 miliar pada proyek jembatan air bugis, Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2017. Semoga bukan hanya kasus ini saja, tetapi kasus dugaan korupsi lainnya pun bisa diusut serius dan harus tuntas. Di akhir catatan ini, Redaksi Penamalut.com berharap Kapolda Irjen pol Rikwanto melakukan terobosan baru terkait penegakkan hukum pada tindak pidana korupsi. Dengan demikian, publik Malut terus mengenang jasa besar sang jenderal. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here