Wakili Gubernur, Sekprov Malut Buka Kegiatan Temu Wicara Seniman dan Budayawan

0
Sekprov Samsuddin Abdul Kadir saat membacakan sambutan Gubernur AGK pada kegiatan temu wicara seniman dan budayawan Maluku Utara

PENA – Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, mewakili Gubernur Abdul Gani Kasuba menghadiri sekaligus membuka kegiatan temu wicara seniman dan budayawan Maluku Utara. Kegiatan yang diprakarsai Duta Kreator Indonesia ini mengangkat tema “Kolaborasi Merawat Warisan Budaya Moloku Kie Raha”, bertempat di Royal Resto Ternate, (30/1).

Dalam sambutannya, Samsuddin menyampaikan bahwa amanat UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menempatkan kebudayaan sebagai haluan pembangunan nasional. Karena mencakup segenap sistem kehidupan sosial di Indonesia. Kebudayaan sepantasnya ditempatkan sebagai garda terdepan dalam kehidupan berbangsa. Kebudayaan semestinya tidak dipandang sebagai salah satu sektor pembangunan, tapi justru sebagai tujuan dari semua sektor pembangunan.

Selain sebagai tujuan, kebudayaan merupakan pondasi pembangunan. Kebudayaan mendorong pembangunan dengan cara membentuk mentalitas dan wawasan masyarakat yang diperlukan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Kebudayaan juga memberdayakan pembangunan, karena menghadirkan sikap dan perspektif yang mengutamakan keselarasan antara manusia dan lingkungannya.

Perkembangan kebudayaan tak bisa dipisahkan dari perkembangan masyarakatnya. UU Pemajuan Kebudayaan menempatkan masyarakat sebagai pemilik dan penggerak kebudayaan nasional. Masyarakat sebagai pelaku aktif kebudayaan dari tingkat komunitas sampai industri adalah pihak yang paling akrab dan paling paham tentang kebutuhan dan tantangan untuk memajukan ekosistem kebudayaan.

foto bersama usai kegiatan temu wicara seniman dan budayawan Maluku Utara

Dirinya sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Karena ini merupakan sebuah momentum penting untuk menjaga eksistensi kelestarian budaya Maluku Utara di masa yang akan datang. “Hari ini semua komponen terkait, mulai dari pemerintah sampai pemerhati seni dan budaya duduk bersama menyatukan ide dan gagasan dalam kerangka besar menjaga kelestarian warisan budaya Maluku Utara. Saya sepakat bahwa hal ini harus mendapatkan perhatian dari kita semua,” ujarnya.

Gubernur melalui Sekprov berharap kegiatan ini akan menjadi cikal bakal lahirnya sebuah wadah yang kelak nantinya akan menjadi mitra pemerintah dalam memberikan rekomendasi terkait kebijakan pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan di Maluku Utara sebagai wujud implementasi dari rasa tanggung jawab masyarakat dan pemerintah daerah terhadap eksistensi dan kelestariaan warisan budaya Moloku Kie Raha di masa mendatang.

“Mari kita jadikan momentum hari ini sebagai pembangkit motivasi untuk membangun daerah ini, agar tatanan kehidupan masyarakat dalam bingkai adat seatorang di hari esok lebih baik daripada hari ini. Inilah wujud dari sebuah bentuk edukasi cinta terhadap budaya warisan leluhur kita,” tandasnya.

Sekadar diketahui, kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Malut, mewakili Kapolda Malut, Kepala Dinas Parawisata Malut, Kepala BPCB Malut, serta 62 peserta lainnya dari berbagai unsur. (ask)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here