Kepsek SMA Negeri 1 Halsel Akui Belajar Daring tak Efektif

  • Bagikan
Kepal SMA Negeri 1 Halsel, Sofia Iskandar Alam. (Amrul/Penamalut)

PENAMALUT.COM, LABUHA – Belajar daring diterapkan pemerintah disaat pandemi covid-19. Belajar daring ini tujuannya mencegah penyebaran covid-19 di sekolah.

Namun, pembelajaran dengan sistem online ini tak begitu efektif untuk para siswa. Salah satu penyebabnya adalah sarana pendukung seperti jaringan internet yang belum memadai, bahkan ada ada sekolah yang belum tersedia jaringan tersebut.

Hal ini diakui Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Halmahera Selatan, Sofia Iskandar Alam saat diwawancarai wartawan, Sabtu (7/8) tadi.

Menurutnya, sistem belajar mengajar daring atau virtual belum bisa diandalkan sebagai sebuah proses belajar yang efektif dan efisien. Ini karena ada beberapa kendala yang dutemukan seperti jaringan internetnya yang kurang memadai, tidak tersedianya paket atau pulsa data siswa.

“Kita juga tidak bisa pastikan, saat pembelajaran daring apakah siswa tersebut benar-benar memahami pelajarannya? Berbeda dengan belajar tatap muka,” ujarnya.

Belajar tatap muka, lanjut dia, akan dengan cepat siswa-siswi memahami setiap pelajaran yang disampaikan guru, karena interaksi dan suasana dialog atau diskusi hidup di ruang belajar. Tak hanya itu, belajar tatap muka seorang guru akan lebih mengenal karakter, keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan para siswa-siswi itu sendiri.

Akademisi Unkhair, Nurdin I Muhammad. (Istimewa)

Ia berharap pandemi covid-19 ini cepat berlalu, agar proses belajar-mengajar bisa berjalan dengan efektif.

Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Nurdin I Muhammad mengatakan, belajar daring atau yang dikenal dengan online merupakan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat, dan penerapannya keseluruh daerah. Jadi, jika merujukan pada kondisi covid yang masih tinggi angka positif, khususnya di Malut, maka ia setuju dengan penerapan sistem belajar. Hanya saja, tergantung penerapan dari sekolah-sekolah yang bersangkutan seperti apa.

Ia bilang, metode pembelajaran daring atau online ini memang tidak efektif, sehingga membutuhkan strategi sekolah dalam menciptakan ruang belajar yang produktif. Hal ini tidak saja terjadi di sekolah-sekolah SD, SMP, dan SMA, tetapi juga di perguruan tinggi.

“Misalkan di Unkhair, sistem belajar daring masih diterapkan, ini agar tidak terjadi angka penyebaran semakin tinggi,” tuturnya.

Dosen Fakultas Ekonomi ini juga menyarankan agar belajar mengajar dengan dalam pandemi ini harus diubah metodenya. Misalkan, kata dia, belajar daring 50 persen dan luring 50 persen.

“Jadi kalau 50 persen belajar daring, 50 persen lagi harus tatap muka. Ini dilakukan secara bergantian. Sehingga proses pembelajaran yang diajarkan guru maupun siswa yang menerima pelajaran itu dapat memahaminya,” terangnya. (rul/ask)

banner 680x680 banner 1280x473
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!