4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Nautika Segera Diadili

  • Bagikan
Pengadilan Negeri Ternate. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – 4 Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal Nautika dan alat simulator pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara tahun 2019 segera duduk di kursi pesakitan.

Ini setelah jaksa peneliti pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) menyatakan berkas perkara ke 4 tersangka ini lengkap dan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ternate, Selasa (28/9) siang tadi.

“Berkas perkaranya telah dilimpahkan ke pengadilan tadi,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Malut, Richard Sinaga, kepada wartawan tadi.

Menurut Richard, proses pelimpahan terhadap para terdakwa dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Berdasarkan perhitungan BPKP Perwakilan Malut, perbuatan ke 4 tersangka ini kerugian keuangan Negara sebesar Rp.4.735.886.614.

Atas perbuatannya, para terdakwa diduga melanggar pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 ayat (2) UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana yang diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Subsider pasal 3 junto pasal 18 ayat (2) UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana yang diuubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sekadar diketahui, proyek pengadaan kapal Nautika di Dikbud Malut itu diperuntukkan bagi siawa SMK swasta di Kabupaten Halmahera Timur dan pengadaan alat simulator untuk SMK Negeri 1 Halmahera Selatan, SMK Negeri 1 Halmahera Barat, dan SMK Negeri 1 Sanana.

Kegiatan ini dianggarkan pada 2019 melalui dana lokasi khusus (DAK) senilai Rp 7,8 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Tamalanrea Karsatama.

Kejati kemudian menetapkan 4 tersangka yang diduga melakukan pemufakatan jahat. Mereka adalah mantan Kadis Dikbud IY alias Imran, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ZH alias Zainudin, mantan Ketua Pokja I pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Malut RZ alias Reza, dan Direktur PT Tamalanrea Karsatama IR alias Ibrahim. (red)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!