Mutasi Guru di Taliabu Mendapat Kecaman dari PGRI

  • Bagikan
PGRI Taliabu saat melakukan hearing dengan DPRD Taliabu terkait mutasi guru. (Yasin/Penamalut)

PENAMALUT.COM, TALIABU – Puluhan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pulau Taliabu, Kamis (7/10) kemarin, mendatangi Kantor DPRD Taliabu.

Kedatangan para guru ini untuk menyampaikan rasa kekecewaan mereka terhadap kebijakan Bupati Taliabu yang melakukan mutasi kepada sejumlah guru yang tidak sesuai dengan regulasi.

Ketua PGRI Taliabu, Nasar La Parintah mengatakan, dampak dari mutasi ini sangat beepengaruh terhadap mutu pendidikan di Taliabu.

Ia mencontohkan ada sekolah Ddasar (SD) di Desa Loseng, Kecamatan Taliabu Timur Selatan, yang kapasitas siswanya kurang lebih 100 orang dan gurunya sudah ideal. Namun kebijakan pemerintah daerah memutasi atau memberhentikan 3 guru dan tersisa 4.

“Sementara kepala sekolah tidak berada di tempat dan jarang sekali masuk sekolah. Dari segi kualifikasi pendidikan yang mengajar anak kami tidak memenuhi syarat, kenapa ada tamatan SMP dan SMA ada juga tamatan S1 tapi tidak linier bukan guru. Tapi tidak apa-apa kalau S1, kalau tamatan SMP dan SMA, apa jadinya siswa nanti,” kesal Nasar.

Ia bilang, pelayanan pendidikan di Taliabu sudah tidak maksimal. Sehingga kabijakan pemerintah jug harus melihat situasi di lapangan.

“Kepala Dinas harus mampu menganalisis tentang persebaran guru, jangan main mutasi saja,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Pulau Taliabu, Taufik Koten dihadapan PGRI berjanji akan memanggil Kepala BKPDSDMA untuk ditanyakan terkait mutasi itu.

“Nanti kita undang Kepala BKPDSDMA agar dia menjelaskan apa alasannya guru atau ASN itu dimutasi,” janjinya. (ysn/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!