Kurang Dokumen Pendukung, Kasus Penggunaan Dana BBN-KB Samsat Halbar Sulit Diungkap

  • Bagikan
Kantor Kejari Halmahera Barat. (Haryadi/Penamalut)

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Lambatnya penanganan Kasus dugaan penyalahgunaan pengelolaan dana Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) pada UPTB Samsat Kabupaten Halmahera Barat tahun 2015 dikarenakan masih kekurangan dokumen pendukung.

Kasi Pidsus Kejari Halbar, Galih Martino Dwi Cahyo mengatakan, untuk kasus Samsat pihaknya sudah melakukan ekspose bersama Kejati terkait dengan anggaran yang dipergunakan langsung sebesar 900 juta.

Pihaknya masih kekurangan dokumen pendukung terkait dengan verifikasi penggunaan langsung. Untuk itu, melalui Kejaksaan Tinggi Maluku Utara menyurat ke Inspektorat Malut terkait dengan verifikasi penggunaan langsung yang diminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kami meminta surat itu, apakah sudah diterima dan diverfikasi oleh BPKP atau belum terkait anggaran itu. Apakah boleh digunakan atau tidak penggunaan langsung, kami masih menunggu balasan dari Inspektorat,” ujar Galih kepada wartawan, Selasa (16/11).

Menurutnya, jika sudah ada verifikasi dari BPKP bahwa itu diperbolehkan, maka kerugian negaranya sudah tidak ada lagi.

Untuk itu, Kejari juga masih menunggu petunjuk dari Kejati terkait apakah kasus ini tetap dilanjutkan atau seperti apa. Sebab menurutnya, dilihat dari unsurnya memang sudah diverifikasi oleh BPKP. Dari anggaran 2 miliar sekian, 1 miliar sekian sudah dilakukan pengembalian.

“Untuk dugaan kerugian negaranya 900 juta, tapi kami masih konfirmasi dulu ke BPKP apakah itu masuk kerugian negara atau tidak terkait penggunaan anggaran langsung 900 juta itu,” tukasnya.

Galih juga menyebut kasus ini masih dalam penyelidikan dan sudah 20 saksi yang telah diperiksa.

“Kita masih butuh dokumen verifiksi itu saja, jadi masih tunggu balasan dari Inspektorat,” tandasnya menutup. (adi/ask)

banner 1280x960
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!