Kongres Askot PSSI Ternate Dinilai Cacat Prosedural

Ketua Harian PS Indonesia Muda, Rusdi. (Istimewa)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Hasil Kongres Asosia Kota (Askot) PSSI Ternate yang dilaksanakan pada Kamis (13/1) bertempat di Boulevard Hotel kemarin, dinilai cacat presudural.

Pasalnya, dalam kongres tersebut tidak diikutsertakan tim-tim yang telah terdaftar sebagai hak pilih pada Kongres.

“Sangat disayangkan, jika hak-hak demokratis dalam kongres tersebut tidak diakomodir oleh panitia pelaksana,” ujar Ketua Harian Persatuan Sepakbola Indonesia Muda (PSIM) Ternate, Rusdi, kepada wartawan media ini, Jumat (14/1) tadi.

Rusdi mengatakan, dari awal panitia kongres sudah tertutup, mulai dari tahapan pendaftaran hingga verifikasi berkas tidak disampaikan secara terbuka. Sehingga ada 12 klub menyatakan untuk tidak mengikuti gelaran kongres tersebut.

12 klub dan peninjau serta komite yang menjadi peserta Kongres Askot PSSI Kota Ternate itu yakni I.M (Vooter), Unkhair (Vooter), Waigitang (Vooter), Mutiara Muda (Vooter), Kalumata Primavera (Vooter), Tornado (Vooter), Alfatar (Vooter), Putra Salahudin (Vooter), Putra Zhan (Vooter), Tunas Muda (Vooter), Bintang Utara (Vooter), Sangaji (Vooter), Komite Futsal, PS. Terbit (peninjau), PS. Topans (peninjau).

“Dengan dasar inilah, kami akan mengajukan banding, karena sangat memalukan dan sekaligus telah mencederai Statuta PSSI. Kami akan memakai jalur yang sesuai Statuta, karena kami berpegang teguh pada aturan, bukan pada kepentingan,” ucap Rusdi.

Menurut Rusdi, aklamasi hasil kongres yang memilih Muhdin Taha sebagai Ketua Askot, juga tidak memenuhi syarat, karena tidak memenuhi quorum.

“Harusnya hak pilih ada 28 peserta/club, tapi diturunkan menjadi 23 peserta, ini ada apa? Kok tiba-tiba memangkas hak pilih klub,” cecarnya.

Selain itu, lanjut Rusdi, sesuai informasi 12 klub yang mendukung Muhdin Taha pun masih belum jelas, sebab absensi kehadiran mereka tidak mau siperlihatkan saat Kongres.

“Muhdin Taha cs sengaja memangkas ini, karena mereka tahu kami sudah mengantongi suara sudah melebihi 50+1. Mereka tidak objektif dan takut bertarung, jika melaksanakan pemilihan,” tandasnya.

Sikap tegas klub, kata dia, akan mengajukan keberatan sampai kebenaran itu terlihat. Jangan karena haus atas kuasa, sehingga menghalalkan segala cara.

“Kami sepakat untuk menolak Muhdin Taha Alias Alan untuk menjadi Ketua Askot Ternate,” tegasnya.

Rusdi menambahkan, jika praktik-praktik yang tidak fair ini dipertontonkan di hadapan publik. Bahkan sangat disayangkan juga Asprov PSSI Maluku Utara sebagai penengah tidak mengambil tindakan yang tegas, padahal masa jabatan Muhdin Taha yakni Plt Ketua Askot sudah habis masa jabatannya sejak 8 Desember 2021 lalu.

“Tapi kenapa tidak menunjuk Plt untuk melaksanakan Kongres. Namun membiarkan dan seakan-akan membuat organisasi sepak bola tersebut hanya milik mereka saja. Adam Marsaoly dan Bahrun Abdullah seakan-akan menutup mata terkait ini, karena surat gugatan telah kami layangkan beberapa waktu lalu, sehingga sudah tahu ada kejanggalan dan ketidakterbukaan dari awal. Kenapa tidak ada sikap tegas,” katanya kesal. (tr2/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.