DAERAH  

DPRD Halmahera Barat Nilai Sony tak Paham Metodologi Data Stunting

Ketua Komisi II DPRD Halmahera Barat, Dasril Hi Usman.

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Halmahara Barat (Halbar) Dasril Hi Usman menilai Kepala Bapeda Halbar Sony tidak paham metodologi data stunting.

Pasalnya, Dasril menilai ada diskrepansi atau ketidakcocokan data stunting antara daerah dan nasional.

Menurutnya, angka stunting secara nasional menunjukan perbaikan dengan turunnya tren sebesar 3,3% dari 27% 2019 dan 24,4% pada 2021 sumber Litbangkes Kemenkes.

“Itu artinya data nasional menunjukan penurunan, sedangkan di Kabupaten Halbar mengalami kenaikan, sehingga ada diskrepansi data disini,” ujar Dasril kepada Nuansa Media Grup (NMG), Kamis (4/8).

Sudah begitu, kata Dasril, Sony yang juga merupakan Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Halbar ini menyatakan, prevalensi stunting di Halbar berdasarkan EPPGM sebesar 16,8%, sedangkan dari SSGI sebesar 30%.

“Itu artinya diskrepansi data juga kan kacau nih, kita mau pakai data yang mana. Selain itu, data colecction yang disebutkan pak Sony makin kacau, mending Dinas Kesehatan saja yang tanggapi komentar saya, karena Pak Sony tidak paham metodologi,” kesalnya.

Atas dasar itu, Ketua DPC PAN Halbar ini, lantas mempertanyakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) apa saja yang terlibat ke dalam masalah pencegahan stunting di Halbar dan korelasinya.

“Saya akan berkoordinasi dengan teman-teman lintas komisi untuk mengundang tim percepatan penurunan stunting Halbar agar menjelaskan hal tersebut,” pungkasnya. (uum/adi/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.