MAJANG  

Kejati Bakal Telusuri Pembangunan Jalan oleh Pemkot ke Wisata Milik Pejabat Tinggi

Lokasi proyek jalan Wailanga.

PENAMALUT.COM, TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara akan menelusuri pembangunan jalan yang dilakukan Pemerintah Kota Ternate ke lokasi wisata Wailanga yang diduga milik pejabat tinggi.

Pembangunan jalan Wisata Wailanga yang terletak di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, itu melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Ternate tahun 2022 senilai Rp 470.532.000.

Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga saat dikonfirmasi mengatakan, jika ada indikasi yang tidak diinginkan atau bermuara kepada kerugian keuangan negara, sudah pasti akan diselidiki.

“Nanti kita lihat kasus posisinya,” katanya, Senin (8/8) tadi.

Terkait dengan penggunaan APBD untuk pembangunan jalan menuju ke tempat wisata milik pribadi, pihaknya akan melihat dulu posisi kasusnya.

“Jika sudah kita lihat, baru bisa kita katakan bisa atau tidak. Kita lihat nanti kalau ada masalah, apalagi nuansanya bermuara pada kerugian keuangan negara, saya pikir semua aparat penegak hukum akan melakukan proses hukum kepada siapa saja,” tegasnya.

“Kalau nanti kita bilang bisa, padahal tidak bisa. Kita bilang tidak bisa, padahal ada regulasi yang mengatakan bisa. Jadi nanti lihat kasus posisinya,” sambungnya.

Ia juga menuturkan, jika ada laporan atau pengaduan dari masyarakat maupun dari lembaga manapun, maka pihaknya akan menindaklanjuti. Namun sampai sekarang belum ada laporan yang masuk.

Bangun Jalan Gunakan APBD

Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diketahui membangun jalan wisata Wailanga di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat.

Wisata Wailanga itu diduga milik salah satu pejabat tinggi di Maluku Utara. Anggaran pembangunan jalan tersebut mencapai Rp 470 juta lebih yang bersumber dari APBD 2022.

Informasi yang dihimpun wartawan Nuansa Media Grup (NMG) dari salah satu sumber yang menyembunyikan identitasnya mengatakan, tempat wisata baru di Takome itu diduga milik pejabat tinggi.

“Itu beliau punya (pejabat tinggi tersebut). Nanti dicek lagi,” katanya sembari mempersilakan wartawan untuk mengecek kebenarannya.

Untuk memastikan itu, Kamis (4/8) wartawan NMG menyambangi lokasi wisata tersebut. Dari hasil pantauan, proyek jalan itu saat ini sedang dikerjakan.

Kepala Dinas Periwisata Kota Ternate, Rustam P Mahli yang dikonfirmasi salah satu media sebelumnya menyebut bahwa lokasi wisata itu milik pribadi orang. Sehingga harus diperjelas pekerjaannya.

Namun saat dikonfirmasi kembali wartawan terkait hal itu, Rustam justru tak meresponsnya.

Sekertaris Dinas PUPR Kota Ternate, Nasrun, juga mengaku tidak mengetahui proyek pekerjaan itu.

“Saya tidak tahu itu, karena sangat teknis,” ujarnya singkat. (gon/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.