Mantan Direktur Holding Company Ternate Bahari Berkesan Kembali Diperiksa Kejati

M. Iksan Efendi saat keluar dari pemeriksaan Kejati. (Aksal/NMG)

PENAMALUT.COM, TERNATE – Mantan Direktur Holding Company Ternate Bahari Berkesan periode 2017-2018, M. Iksan Efendi, kembali diperiksa penyidik bidang tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, Rabu (14/9).

Pantauan wartawan Nuansa Media Grup (NMG), M. Iksan Efendi menjalani pemeriksaan sejak pagi hingga pukul 12.42 WIT.

“Hari ini diperiksa berkaitan dengan unit-unit usaha dan lain-lain terkait dengan Perusda,” katanya usai menjalani pemeriksaan.

Iksan menuturkan bahwa dirinya sudah sekitar tiga atau empat kali diperiksa penyidik Kejati Malut. Terkait pemeriksaan hari ini, ia tidak mengingat berapa banyak pertanyaan yang dilayangkan penyidik.

“Saya tidak hitung-hitung, namun masih seputar Perusda,” tuturnya.

Iksan menegaskan akan tetap hadir jika dipanggil kembali. Prinsipnya, kata dia dengan hati yang tulus untuk bagaimana membangun usaha perusahaan milik daerah, dan beberapa unit usaha.

“Saya bangun usaha itu sampai dengan saya mundur, usaha itu jalan. Ada unit usaha yang saya bangun, seperti SPBU, Spead bot, Restoran, percetakan. Semua itu jalan sampai ditinggalkan. Setelah itu saya sudah tidak tahu lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, penyidik telah melakukan gelar penetapan tersangka kasus Perusda Ternate Bahari Berkesan selaku Holding Company.

Selain melakukan ekspose gelar penetapan tersangka, Kejati juga telah menerima hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Maluku Utara atas dugaan korupsi penyertaan modal pada perusahan berplat merah tersebut. Hanya saja, Kejati belum mau membeberkan nama-nama calon tersangka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Nuansa Media Grup (NMG), nilai kerugian negara sesuai hasil audit dari BPKP Perwakilan Malut sekitar Rp 7 miliar.

Bahkan informasi yang diterima, tim penyidik saat ini telah mengantongi lima calon tersangka dalam kasus tersebut. Namun belum diketahui pasti nama dan jabatan kelima orang ini.

“Kemungkinan lima orang,” ucap sumber terpercaya NMG belum lama ini. (gon/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.