Wujudkan Program Halbar Sehat, Ini Cara Dinkes Turunkan Angka Stunting

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Barat, Novelheins Sakalati.

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat gencar berupaya untuk mewujudkan program “Halbar Sehat” yang diusung Bupati James Uang dan Wakilnya Djufri Muhammad (JUJUR).

Lihat saja, selain mendisribusikan obat-obatan pelayanan dasar ke 15 Puskesmas, Dinkes juga berupaya untuk menurunkan angka stunting di Halbar.

Plt. Kadikes Halbar, Novelheins Sakalati, mengatakan bahwa salah satu dari 7 program prioritas Bupati dan Wakilnya adalah mewujudkan “Halbar Sehat”.

“Pada pekan lalu, obat pelayanan kesehatan dasar dari Jakarta sudah tiba di gudang farmasi di Desa Guaemaadu, Kecamatan Jailolo. Tidak menunggu lama langsung didistribusikan ke 15 Puskesmas dalam wilayah Kabupaten Halmahera Barat,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (29/9).

Selain itu, kata dia, soal transportasi atau mobil ambulans Puskesmas Sidangoli yang belum lama ini dikabarkan mengalami kerusakan, kini sudah beraktivitas kembali dengan melayani masyarakat seperti pelayanan kesehatan dasar dan rawat inap juga sudah kembali normal seperti biasa.

“Ini tentunya dilakukan untuk mewujudkan salah satu program Bupati dan Wakilnya, yakni program Halbar Sehat,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, upaya percepatan penurunan stunting dilakukan dengan melibatkan jajaran RSUD dan Puskesmas yang dimotori Dinas Kesehatan.

Menurutnya, khusus untuk rembuk stunting kerja sama dengan Badan Penelitian Perencanaan Pembangunan Daerah BP3D serta dinas terkait lainya.

Adanya rembuk stunting ini, kata dia, diharapkan menghadirkan implementasi penurunan stunting di Kabupaten Halmahera Barat dan terus berjalan lebih baik lagi.

“Harapanya sinergitas bersama dinas-dinas sampai pada pemerintah desa, maka angka stunting terus menurun sesuai target tahun 2024 yaitu 14 persen dari angka saat ini yakni 30 persen,” harapnya.

Ia juga mengatakan, dalam gerakan penurunan angka stunting tersebut, menyangkut intervensi sensitif dengan melibatkan sektor lain di dalamnya yang dimotori BP3D, kemudian intervensi non sensitif diketuai oleh Pemberdayaan Kesehatan Keluarga (PKK).

Gerakan penurunan stunting, lanjut dia, terus berjalan dengan melibatkan pemerintah di tingkat kecamatan dan desa. Karena itu, rembuk stunting tingkat kecamatan direncanakan bakal dilaksanakan di Kecamatan Tabaru.

“Olehnya itu, kami sangat berterima kasih kepada semua lapisan yang ikut berperan, terutama Pak Bupati dan Wakil, Sekda, BP3D serta OPD lainya yang ikut mensuport dan mensukseskan penurunan angka stunting di Halmahera Barat,” pungkasnya. (uum/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *