Usut Dugaan Korupsi Dana Covid, Kejari Halbar Periksa Dua Pejabat di Dinkes

JD saat keluar dari ruang pemeriksaan Kejari Halbar. (Haryadi/NMG)

PENAMALUT.COM, JAILOLO – Tim penyelidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Barat mulai menelusuri penggunaan anggaran Covid-19 yang melekat di Dinas Kesehatan Halbar tahun 2021. Di mana penggunaan anggaran Covid-19 senilai Rp 1,3 miliar yang diperuntukkan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) itu diduga disalahgunakan.

Pada Senin (7/11), tim penyelidik Kejari Halbar memeriksa dua pejabat di Dinkes Halbar. Mereka adalah HI selaku Kasubag Perencanaan, dan JD yang diketahui merupakan mantan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). JD juga diketahui saat ini menjabat salah satu Kasubag Dinkes.

Keduanya mendatangi Kantor Kejari pada pukul 15.00 WIT sore tadi. HI lebih dulu keluar dari ruang pemeriksaan. Sementara JD keluar pada pukul 17.17 WIT.

Kepala Kejari Halbar, Kusuma Jaya Bulo, saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan pemeriksaan tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat atas dugaan penyimpangan pengadaan APD Covid-19 tahun 2021.

“Jadi setiap laporan kami tindaklanjuti, apakah benar adanya. Sementara ini masih dilakukan pengumpulan bahan keterangan dan data (Pulbaket),” jelasnya.

Kusuma melanjutkan, selain melakukan permintaan terhadap pihak terkait, pihaknya juga bakal berkoodinasi Inspektorat dan BPKP Provinsi Maluku Utara guna mencari tahu kerugian negaranya.

”Intinya kasus ini akan kita telusuri sampai tuntas,” tegasnya. (adi/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *