DAERAH  

Diknas Sula Gandeng GPS Gelar FTBI

Foto bersama di sela-sela kegiatan festival. (Isrudin/NMG)

PENAMALUT.COM, SANANA – Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula menggandeng Gerakan Pendidikan Sula (GPS) menggelar kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang dilaksanakan di Hotel Beliga, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Jumat (11/11).

Kepala Dinas Pendidikan Sula, Rifai Haitami, mengatakan kegiatan FTBI bertujuan untuk meningkatkan eksistensi peserta atau generasi muda terhadap bahasa dan pendidikan.

Menurut dia, FTBI merupakan upaya untuk menggencarkan revitalisasi bahasa daerah yang menyasar generasi muda. Festival ini juga sebagai media apresiasi kepada para peserta program revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari sekolah hingga komunitas belajar.

Melalui kegiatan FTBI ini diharapkan dapat membangkitkan semangat baru kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan pendidikan di Kepulauan Sula.

“Pendidikan tidak akan berhasil jika hanya dikelola dan menjadi tanggung jawab dinas pendidikan. Kami akan terus berusaha membenahi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Sula yang lebih baik. Olehnya itu, besar harapan kami kepada masyarakat Sula untuk turut peduli terhadap program-program yang telah disusun dan direncanakan,” harapnya.

Pihaknya juga berharap partisispasi masyarakat berupa sumbangan saran maupun kritik yang membangun untuk pendidikan di Sula yang lebih baik, lebih maju, dan bahagia.

Sementara Wakil Bupati Kepulauan Sula, M. Saleh Marasabessy dalam sambutannya menyampaikan, generasi muda sekarang banyak yang tidak mampu berbahasa daerah. Namun dengan adanya festival tunas bahasa ibu, mampu memacu generasi muda untuk melestarikan bahasa daerah agar bahasa setempat tidak mengalami kepunahan, khususnya bahasa daerah Sula.

“Budaya dan bahasa daerah yang ada di Kepulauan Sula tidak boleh hilang, tetapi harus dilindungi dan dilestarikan. Saya berharap di tahun ini, guru dan lapisan masyarakat mampu mengimplementasikan bahasa daerah Kepulauan Sula dengan baik kepada siswa/siswi maupun generasi muda yang ada di Kepulauan Sula,” ujarnya.

Wabup juga meminta agar festival tunas bahasa ibu dilakukan secara berkelanjutan.

“Saya atas nama pemerintah daerah berharap program festival ini bukanlah program yang satu kali selesai, tetapi akan berkelanjutan ke depannya. Menjadi harapan kita bersama dengan pijakan dan dasar hukum yang kuat,” tandasnya.

Sekadar diketahui, kegiatan yang dilakukan itu seperti menulis cerpen, pidato, dan komedi tunggal untuk jenjang SMP, puisi, mendongeng, dan tembang tradisi untuk jenjang SD. Semua jenis kegiatan ini menggunakan bahasa daerah Sula. (ish/ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *